Thijmen Goppel (merah) menghindari hadangan pemain PSIM Yogyakarta (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)
Tak hanya bek tengah, Johnny Jansen juga merombak sektor bek sayap. Jika sebelumnya sektor bek sayap memiliki peran penting untuk membantu serangan, pada musim ini terlihat bek sayap lebih ditarik ke belakang. Sehingga praktis serangan melalui sisi sayap hanya bertumpu pada pemain sayap, yaitu Thijmen Goppel dan Irfan Jaya atau Rahmat Arjuna.
Sering kali, serangan selalu mengarah ke Goppel yang memaksanya untuk terus berlari sepanjang laga. Hal ini yang membuat performa Goppel sering turun saat memasuki menit ke-70 atau menit akhir, sehingga serangan menjadi tidak maksimal.
Posisi bek sayap diisi oleh Ricky Fajrin dan Rizky Dwi Febrianto atau I Made Andhika Wijaya. Sepertinya Johnny Jansen paham akan faktor usia Ricky Fajrin yang sudah tidak muda lagi. Ricky yang biasanya rajin melakukan overlapping, kini hanya sesekali melakukannya terutama untuk melakukan serangan balik. Tentu hal ini membantu Ricky untuk menjaga staminanya tetap terjaga hingga akhir pertandingan.
Perubahan yang sedikit tidak biasa adalah ketika Goppel mendapat tugas sebagai bek. Beberapa pertandingan, Johnny Jansen memasang Goppel sebagai bek sayap. Ia ditarik lebih ke belakang dan menarik Ricky Fajrin atau Rizky Dwi lebih maju untuk aktif membantu serangan. Strategi ini diterapkan saat Bali United menghadapi lawan dengan pemain sayap maupun penyerang yang unggul dalam kecepatan lari serta bermain agresif.
Strategi ini cukup bagus terutama untuk menghadang serangan balik cepat lawan. Namun, sayangnya intensitas serangan Serdadu Tridatu sedikit berkurang melalui sektor sayap. Hal ini membuat Jordy Bruijn dan Mirza Mustafic lebih sibuk menyerang dari sektor tengah.