Pemain Bali United (merah) saat beradu dengan pemain PSIM Yogyakarta (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)
Bali United harus bisa mengantisipasi serangan cepat dari para pemain PSIM. Gelandang serang asal Portugal, Ze Valente, selalu menjadi motor serangan Laskar Mataram. Kecepatan dan skill individunya sering merepotkan barisan belakang lawan.
Ia juga memiliki umpan-umpan yang memanjakan lini depan PSIM yang dimotori Nermin Haljeta. Terbukti, 3 assist telah dicatatkan di Super League 2025/2026. Ze juga telah mencetak enam gol dalam 20 pertandingan. Ini menandakan, Ze tidak hanya mampu mengalirkan bola bagi lini serang PSIM, ia juga cukup produktif. Tim Receveur dan Joao Ferrari harus bisa mematikan pergerakan dari Ze Valente untuk memutus serangan PSIM.
PSIM juga diperkuat pemain bertahan baru asal Belanda, Jop van der Avert. Pemain berusia 25 tahun ini dipercaya menjadi tembok kokoh PSIM dii posisi bek tengah. Penampilan debutnya saat menghadapi Persik Kediri menunjukkan kualitasnya di lini belakang. Dirinya akan menjadi penghalang bagi Boris Kopitovic dan kawan-kawan masuk ke area pertahanan PSIM untuk mencetak gol.
Bali United datang ke kandang PSIM Yogyakarta tidak hanya untuk meraih kemenangan, namun juga membawa misi balas dendam. Pada putaran pertama, Serdadu Tridatu harus takluk dari PSIM dengan skor telak 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Jika melihat statistik kedua tim, kualitasnya tampak berimbang. Apakah Serdadu Tridatu bisa bangkit, atau semakin terpuruk keluar dari sepuluh besar klasemen sementara Super League 2025/2026?