Jalannya pertandingan antara Perseden Denpasar (putih) dan Persiba Bantul (merah). (Instagram.com/perseden_denpasar)
Perseden maupun Persiba sama-sama memiliki peluang lolos ke babak perempat final. Makanya laga pekan ke-14 ini menjadi krusial, karena siapa pun pemenangnya akan berada di posisi dua besar klasemen sementara Grup D Liga Nusantara 2025/2026. Hanya juara dan runner up grup saja yang berhak melangkah ke babak delapan besar.
Situasi ini membuat kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit wasit Arif Nurwahyudi berbunyi. Serangan cepat Persiba memberikan hadiah penalti, karena bola menyentuh pemain belakang Perseden. Fillah Romatuloh sukses menjadi algojo yang membawa timnya unggul sementara atas Perseden.
Setelah mencetak gol, pemain Persiba memperlambat tempo permainan dan sedikit bertahan. Hal sebaliknya dilakukan Kadek Yoga dan kawan-kawan. Mereka mengepung area pertahanan Persiba untuk mengejar ketertinggalan. Alhasil, pada menit ke-22, Perseden berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Kadek Yoga.
Hingga turun minum, skor 1-1 tidak berubah. Babak kedua, permainan semakin ketat karena kedua tim ingin meraih kemenangan. Malapetaka terjadi pada menit ke-69 saat terjadi kemelut di depan gawang Perseden. Sansan yang berdiri bebas dan mendapatkan bola muntah hasil tendangan pemain Persiba lainnya, berhasil menyundul bola ke tengah gawang Perseden. Gol ini mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Persiba. Skor ini bertahan hingga babak kedua berakhir.