Jalannya pertandingan antara Perseden Denpasar (hitam) dan Waanal Brothers (putih). (Instagram.com/perseden_denpasar)
Pada laga pekan ke-13 ini, Waanal Brothers yang bermain tanpa beban langsung tancap gas usai peluit wasit Wahyudin berbunyi. Tim asal Papua Tengah ini langsung mengepung area pertahanan Perseden. Hal ini membuat tim asuhan pelatih I Wayan Arsana kewalahan.
Pada menit ke-11, Waanal Brothers berhasil mencetak gol melalui titik penalti setelah pemain mereka dilanggar di area kotak terlarang. Patrick Afredo sukses menjadi algojo dan membawa timnya unggul sementara atas Perseden. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.
Tak mau kalah dari lawannya, Perseden langsung bermain lebih agresif di babak kedua. Sayangnya, alih-alih mengejar ketinggalan, Made Antha Wijaya harus rela kebobolan dua gol dari Patrik Aflredo pada menit ke-55 dan ke-57. Nyoman Sukarja mengejar ketinggalan dengan mencetak gol pada menit ke-69.
Laskar Catur Muka sebenarnya berpeluang untuk mencetak gol. Pasalnya, Waanal Brothers harus kehilangan seorang pemainnya pada menit ke-76. Yanto Basna terkena kartu merah setelah sebelumnya telah mendapatkan kartu kuning. Namun, Perseden tidak mampu memanfaatkan peluang ini. Mereka justru kembali kebobolan pada menit ke-78 oleh Muhammad Bahari. Skor 4-1 untuk kemenangan Waanal Brothers bertahan hingga pertandingan usai.