Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemain Perseden Denpasar (hitam) dihadang pemain Persebata Lembata (merah).
Pemain Perseden Denpasar (hitam) dihadang pemain Persebata Lembata (merah). (Instagram.com/perseden_denpasar)

Perseden berhadapan dengan Persebata Lembata pada pertandingan pekan ke-11 Grup D Liga Nusantara 2025/2026 di Stadion THOR, Surabaya, Jumat (9/1/2026). Hasil pahit harus diterima Perseden Denpasar setelah kebobolan di penghujung laga.

Kemenangan di depan mata harus sirna setelah pemain Persebata Lembata, Yoska Cavalera, berhasil membobol gawang Perseden di babak injury time. Walaupun meraih hasil seri, Laskar Catur Muka masih kokoh di puncak klasemen sementara Grup D.

1. Perseden menguasai jalannya pertandingan

Pemain Perseden Denpasar melakukan selebrasi usai mencetak gol. (Instagram.com/perseden_denpasar)

Pada laga ketiga menghadapi Persebata Lembata, Perseden tampil menguasai jalannya pertandingan. Sejak menit awal, Made Antha Wijaya dan kawan-kawan langsung mengepung daerah pertahanan Persebata Lembata. Rapatnya pertahanan Persebata membuat serangan Perseden berhasil diredam.

Pada menit ke-18, I Wayan Adinata berhasil memanfaatkan bola dari sepak pojok I Made Antha Wijaya. Sundulannya langsung mengarah ke dalam gawang Persebata Lembata. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di bawah guyuran hujan, Perseden tetap bermain agresif di babak kedua untuk menambah keunggulan. Sayangnya, beberapa kali peluang tim asuhan I Wayan Arsana ini belum bisa dikonversi menjadi gol. Malapetaka terjadi saat memasuki babak injury time. Berawal dari serangan balik karena kesalahan pemain Perseden, Yoska Cavalera yang berdiri bebas berhasil menyundul umpan. Gol ini berhasil menghindarkan Persebata dari kekalahan.

2. Laga berlangsung dalam tensi tinggi

Pemain Perseden Denpasar (hitam) dihadang pemain Persebata Lembata (merah). (Instagram.com/perseden_denpasar)

Ketinggalan satu gol membuat pemain Persebata meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua. Agresivitas pemain dari kedua tim membuat laga berlangsung dalam tensi tinggi. Beberapa kali pemain dari kedua tim terlibat adu fisik hingga terjadinya pelanggaran.

Puncaknya, saat memasuki injury time, pemain Perseden maupun Persebata terlibat ketegangan. Beberapa pemain sempat terlibat kontak fisik sehingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Beruntung, wasit, ofisial, dan para pemain dari kedua tim berhasil menenangkan diri sehingga tidak terlibat keributan yang lebih jauh.

3. Perseden masih bertahan di puncak klasemen

Pemain Perseden Denpasar (hitam) dihadang pemain Persebata Lembata (merah). (Instagram.com/perseden_denpasar)

Walaupun meraih hasil seri, Perseden Denpasar masih bertahan di puncak klasemen sementara Grup D, Liga Nusantara 2025/2026. Laskar Catur Muka meraih 22 poin dari hasil 7 kali menang, 3 kali kalah, 1 kali seri. Mereka terpaut dua poin dari Persekabpas Pasuruan yang meraih 20 poin usai menang atas Gresik United 1-0.

Saingan Perseden lainnya untuk lolos ke babak perempat final adalah Persiba Bantul dan Persebata Lembata yang masing-masing meraih 16 dan 15 poin. Sedangkan Waanal Brothers yang menghuni dasar klasemen Grup D langkahnya semakin berat untuk keluar dari zona degradasi. Pasalnya, pada pertandingan pekan ke-11, mereka kalah telak dari Persiba Bantul dengan skor 2-4. 

Jalan Perseden Denpasar ke babak perempat final terbuka lebar. Nyoman Sukarja dan kawan-kawan tidak boleh lengah dalam menghadapi empat pertandingan terkahir. Perseden akan menghadapi laga kruisial menghadapi Persekabpas Pasuruan di Stadion Thor, Surabaya, Senin (12/1/2026). Kemenangan pada laga ini menjadi penting untuk menjaga posisi puncak klasemen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team