Jalannya pertandingan antara Perseden Denpasar (merah) dan Gresik United (kuning) di bawah guyuran hujan. (Instagram.com/perseden_denpasar)
Sejak peluit wasit berbunyi, pemain Perseden langsung bermain agresif. Made Antha dan kawan-kawan langsung mengenai daerah pertahanan Gresik United. Namun, beberapa kali serangan yang dilakukan berhasil dipatahkan oleh barisan pertahanan Gresik United.
Faktor hujan yang turun dengan intensitas tinggi cukup berpengaruh pada permainan kedua tim. Aliran bola sering tersendat akibat genangan air serta lapangan yang licin. Hal ini membuat pemain Perseden dan Gresik United cukup berhati-hati pada babak pertama sehingga tidak ada gol tercipta.
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas serangan. Berawal dari tendangan bebas, bek Perseden, Agung Prasetiyo, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Gresik untuk mencetak gol pada menit ke-57. Seakan tidak mau kalah, tiga menit berselang, Wahyu Agong berhasil mencetak gol balasan bagi Gresik United.
Petaka datang pada menit ke-75. Pemain belakang Gresik United, Arya Pratama menghalau bola dengan tangannya dan mendapat hukuman kartu merah serta hadiah penalti bagi Perseden Denpasar. Sang kapten, Made Antha, sukses menjadi algojo dan membuat Perseden unggul 2-1. Skor ini tidak berubah hingga pertandingan berakhir.