Kadek Arel (tengah) saat menghadapi pemain Persebaya Surabaya. (Instagram.com/baliunitedfc)
Bukannya melakukan evaluasi atas dua hasil minor pada putaran kedua, Ricky Fajrin dan kawan-kawan seperti mengulang kesalahan yang sama. Lini belakang yang sebelumnya menjadi sorotan masih belum mampu berbenah. Pasalnya, Bali United harus kebobolan tiga gol saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Pada laga ini, Johnny Jansen memasang tiga bek yaitu Kadek Arel, Joao Ferrari, dan Ricky Fajrin. Formasi yang berbeda dari sebelumnya yang mana biasanya Bali United menggunakan bua bek tengah dan dua bek sayap. Tentunya formasi baru ini untuk meredam kecepatan pemain Persebaya Surabaya.
Sayangnya, pemain belakang Bali United kurang memiliki pertahanan yang rapat. Mereka kerap lengah dalam melakukan penjagaan pemain sehingga pemain Persebaya dengan mudah melakukan tembakan ke arah gawang yang dijaga Mike Hauptmeijer. Seperti gol pertama Persebaya yang dicetak oleh Mihailo Perovic pada menit ke-26. Ia berdiri bebas saat mendapatkan bola muntah sehingga dengan mudah melepaskan tembakan untuk membobol gawang Bali United.
Gol kedua dari Alfan Suaib pada menit ke-69 tidak jauh berbeda. Berawal dari serangan balik cepat yang dilakukan Francisco Rivera, para pemain Bali United tak satu pun yang mengawal keberadaan Alfan Suaib. Ia dengan mudah mencocor bola masuk ke gawang Mike setelah menerima umpan dari Rivera.
Kelengahan barisan belakang Bali United kembali terjadi pada menit ke-73. Pergerakan tanpa bola dari Risto Mitrevski luput dari pengawasan Joao Ferrari dan kawan-kawan. Ia berhasil mencatatkan gol ketiga Bali United usai mendapatkan umpan datar dari rekannya.
Pemain belakang Bali United tidak disiplin menjaga garis pertahanannya. Kadek Arel yang pada pertandingan sebelumnya beberapa kali melakukan kesalahan seperti tidak berubah pada laga ini. Ia terlihat sering maju membantu serangan padahal di area tersebut sudah ada Tim Receveur dan Teppei Yachida. Kadek sering terlambat kembali ke posisinya di barisan belakang dan rekannya juga tidak menutup posisi yang ditinggalkan Kadek. Jika Jansen bisa membuat lini belakang lebih disiplin tentunya akan lebih susah ditembus lawan.