Pemain Bali United, Spasojevic saat berdiskusi dengan wasit. (baliutd.com)
Masalah kesejahteraan wasit juga sempat menjadi bahasan dalam pertemuan itu. Bahkan Erick Thohir secara gamblang membeberkan jika selama ini wasit di kompetisi tertinggi di Liga Indonesia mendapatkan bayaran Rp5,5 juta per pertandingan.
“Walau banyak yang memandang jumlah ini cukup, tapi dilihat juga kuantitasnya. Kalau bayaran wasit Rp5,5 juta tapi cuma tiga kali tiup peluit (memimpin pertandingan), kan sama saja penghasilan wasit belum mencukupi,” jelas Erick.
Menurutnya, pekerjaan seorang wasit juga harus menghidupi keluarganya secara layak. Pihak PSSI akan melakukan tinjauan, apakah jumlah wasit sudah ideal.
“Idealnya setiap wasit bertugas 10 sampai 15 kali dalam sekali kompetisi,” kata Erick.
Menanggapi rencana itu, Sanjaya sependapat dengan Ketum PSSI. Menurutnya, memperhatikan kesejahteraan wasit bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas wasit di Liga 1 Indonesia.
“Apalagi pekerjaan wasit di Liga 1 Indonesia ini cukup berisiko, karena suporter yang fanatik. Tidak jarang wasit jadi target kekerasan para suporter, bahkan wasit. Dengan meningkatkan kesejahteraan wasit, kami harap kualitas dan profesional wasit lokal juga ada peningkatan. Tentunya terhindar dari suap menyuap,” ungkap Sanjaya.