Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan Semen Padang FC (kuning)
Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan Semen Padang FC (kuning). (Instagram.com/baliunitedfc)

Putaran kedua Super League 2025/2026 telah bergulir. Bali United menjamu Semen Padang FC pada pertandingan perdana putaran kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar Sabtu sore, 24 Januari 2026.

Namun di luar dugaan, Semen Padang FC yang berada di zona degradasi mampu mengejutkan tuan rumah. Tim berjuluk Kabau Sirah ini menahan imbang Serdadu Tridatu dengan drama enam gol di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tiga gol Semen Padang diciptakan oleh Angelo Meneses (5’), Jaime Giraldo (12’), dan Ripal Wahyudi (79’). Sedangkan, Bali United mencetak tiga gol melalui Jens Raven (54’), Mirza Mutafic (69’), dan Thijmen Goppel (75’).

1. Drama hujan gol di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Thijmen Goppel saat berusaha mengelabui kiper Semen Padang, Arthur. (Instagram.com/baliunitedfc)

Keseruan laga perdana putaran kedua Super League 2025/2026 terjadi saat Bali United berhadapan dengan Semen Padang FC. Enam gol terjadi pada laga pekan ke-18, masing-masing tim mencetak tiga gol. Semen Padang berhasil mengejutkan tuan rumah dengan dua gol cepat di babak pertama.

Pertandingan baru berjalan lima menit, pemain asing anyar Semen Padang, Angelo Meneses, mencetak gol setelah meneruskan umpan dari Kianz Froese. Berselang tujuh menit, Jaime Giraldo atau lebih dikenal dengan sebutan Jago, kembali menggetarkan jala gawang yang dijaga Mike Hauptmeijer. Dua gol cepat ini membuat Semen Padang menguasai jalannya pertandingan pada babak pertama.

Bali United yang tertekan tidak menampilkan performa terbaiknya. Para pemain asuhan pelatih Johnny Jansen ini sering salah passing dan mudah kehilangan bola. Tak jarang, kesalahan ini membuat pemain Semen Padang cepat melakukan serangan balik. Beruntung beberapa peluang emas mereka dipatahkan barisan belakang Bali United.

Babak kedua, Bali United langsung tancap gas. Setelah 25 menit berjalan, Ricky Fajrin berhasil mencetak tiga gol. Gol pertama melalui kaki Jens Raven yang berhasil lolos dari jebakan offside. Berikutnya giliran Mirza Mustafic yang menjebol gawang Semen Padang melalui tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Gol ketiga tercipta dari aksi solo run Goppel yang berhasil memperdaya kiper Semen Padang, Arthur, yang masuk menggantikan Redy Oscario. Tetapi ketiga gol cepat Serdadu Tridatu ini menjadi antiklimaks setelah Ripal Wahyudi mencetak gol melalui tendangan keras mendatar di menit ke-79. Kedudukan imbang ini tidak berubah hingga pertandingan berakhir.

2. Bali United memainkan skema tidak seperti biasanya

Jordy Brujin (merah) yang menjadi penyerang bayangan atau false nine. (Instagram.com/baliunitedfc)

Pada babak pertama, permainan Bali United terlihat kurang enak untuk ditonton. Kesalahan passing serta kehilangan bola sering dilakukan oleh para penggawa Serdadu Tridatu. Mereka seperti kehilangan pola permainan seperti enam laga terakhir.

Hilangnya Boris Kopitovic memaksa Johnny Jansen memasang Jordy Bruijn di depan sebagai penyerang bayangan atau sering disebut dengan istilah false nine. Kondisi ini cukup membuat para pemain seperti kebingungan saat melakukan serangan. Mereka bingung memberikan bola kepada siapa karena tidak ada target yang jelas di lini depan. Hal ini membuat beberapa peluang emas terbuang sia-sia.

Selain lini depan, lini pertahanan kembali terlihat sangat rapuh. Hilangnya Tim Receveur membuat Kadek Arel dan Joao Ferrari sangat mudah ditembus, terutama dengan bola-bola atas. Lini belakang Bali United selalu kalah dalam pertarungan bola-bola atas, sehingga dua gol tercipta di babak pertama. Begitu juga dengan gol kedua Angelo Meneses, sangat terlihat lini belakang Bali United kalah dalam bola atas. Meneses bisa mudah menyundul bola ke dalam gawang Mike Hauptmeijer. Beruntung gol ini dianulir karena Meneses dalam posisi offside.

Selain itu, Johnny Jansen kembali menggunakan garis pertahanan yang lebih tinggi. Kadek Arela yang kurang dalam kecepatan lari masih sering bergerak terlalu jauh ke depan. Sehingga, beberapa kali Semen Padang berhasil melakukan serangan balik cepat. Beruntung peluang tersebut belum bisa dikonversi menjadi gol.

Pemain belakang Bali United juga terlihat sering menumpuk di area kotak penalti. Mereka lupa untuk menjaga pemain yang berada di luar area kotak penalti. Hal ini terlihat pada saat Ripal Wahyudi berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79. Tidak ada satupun pemain yang mengawal Ripal sehingga ia dengan mudah menendang bola ke arah gawang Bali United.

3. Gol debut terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Jens Raven usai mencetak gol debutnya di Super League 2025/2026 bersama Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)

Selain drama hujan gol, ada beberapa gol debut di laga ini. Tercatat ada empat pemain yang melakukan gol debutnya di Super League 2025/2026. Mereka adalah Jens Raven, Angelo Meneses, Jaime Giraldo (Jago), dan Ripal Wahyudi.

Jens Raven merupakan pemain muda naturalisasi yang direkrut Bali United pada Super League 2025/2026. Pemain berdarah Yogyakarta-Belanda ini didatangkan dari klub Dordrecht U21 asal Belanda. Jens kerap menjadi pemain pengganti untuk mengisi lini serang Serdadu Tridatu. Jens bermain sebanyak 13 pertandingan dengan 1 gol dan 1 assist. Dirinya berhasil mencetak gol debutnya pada laga Bali United menghadapi Semen Padang setelah berhasil lolos dari jebakan offside.

Berikutnya ada nama Angelo Meneses. Angelo merupakan bek asal Portugal yang didatangkan dari Dewa United untuk mengarungi Super League 2025/2026. Gol cepatnya pada menit kelima menjadi debutnya. Walaupun sebagai bek, ia mampu mencetak gol bagi Semen Padang.

Jago adalah bek tengah anyar Semen Padang untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025/2026. Semen Padang menjadi klub pertama di Asia yang diarungi oleh pemain asal Kolombia ini. Ia didatangkan dari klub asal Brasil, Opario PR. Jago cukup tangguh dalam bola-bola atas. Gol debutnya di Super League 2025/2026 terjadi melalui bola atas setelah ia berhasil menyundul bola untuk merobek jala Mike Hauptmeijer.

Gol debut terakhir datang dari kaki Ripal Wahyudi. Ia didatangkan dari Persis Solo pada putaran pertama Super League 2025/2026. Saat gol debutnya terjadi, Ripal berdiri kosong tanpa pengawalan pemain Bali United, dan langsung menendang bola dengan tendangan datar kerasnya. Gol ini juga menjadi gol yang menghindarkan Semen Padang dari kekalahan.

4. Teppei Yachida melakukan debut di Super League 2025/2026

Teppei Yachida (merah), saat hampir mencetak gol bagi Bali United. (Instagram.com/yachi_tetu 1,316 likes Terima kasih atas dukungan penuh semangat Anda kemarin sampai akhir! Pertandingan berturut-turut jadi saya akan siap lagi. Kemenangan lainnya! 34w ୧⍢⃝︎୨୧⍢⃝︎୨୧⍢⃝︎୨ 34wReply ナイスゲーム、凄い運動量さすがです👍🏼 34wReply 札幌戦お疲れ様でした‼️勝ち点➕3️⃣‼️ありがとうございます😭😭😭 34wReply April 26 Add a comment…)

Bali United mendatangkan dua amunisi asing pada putaran kedua Super League 2025/2026, yaitu Teppei Yachida asal Jepang dan Diego Campos asal Kosta Rika. Dari kedua pemain anyar ini, hanya Yachida yang debut bersama Bali United. Sedangkan Diego Campos masih belum bisa dimainkan karena masalah administrasi yang belum lengkap.

Saat debut, Yachida bermain sebagai gelandang serang menggantikan posisi Jordy Bruijn yang ditarik ke depan untuk menjadi penyerang bayangan. Dari segi skill individu, mantan pemain Jepang ini cukup menjanjikan. Hanya masalah komunikasi yang terjadi sehingga sering salah passing. Pada menit ke-46, Teppei keluar digantikan oleh Jens Revan.

Kebobolan tiga gol sudah seharusnya menjadi evaluasi pelatih Johnny Jansen, karena sebelumnya Bali United mencatat enam kali clean sheet berturut-turut pada akhir putaran pertama Super League 2025/2026. Serdadu Tridatu akan bertandang ke kandang Persik Kediri, ada Jumat (30/1/2026). Semua pasti berharap Diego Campos bisa debut di laga pekan ke-19 nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team