Pemain Bali United (putih) mendapatkan pengawalan dari pemain PSM Makassar (merah). (Instagram.com/baliunitedfc)
Tiga kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan terakhir membuat para pemain PSM Makassar bertekad meraih tiga poin menghadapi Bali United. Terlebih, tim berjuluk Juku Eja bermain di hadapan pendukungnya sendiri pastinya membawa semangat bagi tim asuhan Tomas Trucha ini. Serangan PSM Makassar dimotori oleh Daisuke Sakai sebagai pengatur aliran bola untuk tiga penyerang mereka, Dethan, Medina, dan Alex de Gomes.
Namun, gol cepat Mirza Mustafic justru membuat para pemain PSM tertekan. Para pemain PSM beberapa kali melakukan kesalahan passing dan kalah dalam penguasaan bola. Mereka terpancing untuk bermain keras. Pada menit ke-24, Syahrul Lasinari menarik pemain Bali United, sehingga diganjar hukuman kartu merah setelah sebelumnya mendapatkan kartu kuning. Kehilangan satu pemain membuat permainan PSM Makassar tidak maksimal.
Di sisi lain, Bali United berhasil memanfaatkan gol cepat mereka dan kartu merah pemain PSM Makassar. Walaupun menguasai laga, Johnny Jansen menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak buru-buru melakukan serangan, yang membuat tempo sedikit menurun. Beberapa peluang berhasil diciptakan dari kaki Jordy Bruijn dan Boris Kopitovic. Bahkan, Boris sempat mencetak gol, namun dianulir wasit karena pemain Bali United dalam posisi offside.
Babak kedua, Bali United bermain dalam tempo sedang dan tidak terburu-buru melakukan serangan. Sedangkan PSM Makassar bermain jauh lebih agresif dan mampu menekan Bali United walaupun bermain dengan 10 pemain. Dalam keadaan ditekan, Bali United berhasil menggandakan keunggulan dari kaki Goppel di penghujung babak kedua.
Alih-alih mengejar ketinggalan, PSM Makassar harus kehilangan pemainnya karena kartu merah. Melalui Video Assistant Referee (VAR) checking, Ananda Raehan diganjar kartu merah pada masa injury time. Pemain Timnas Indonesia ini terlihat secara sengaja memukul pemain Bali United, Made Tito.