Thijmen Goppel (merahh) dihadang pemain Dewa United (coklat). (Instagram.com/baliunitedfc)
Pada laga menghadapi Dewa United, Bali United terlihat mengubah gaya permainannya. Jika biasanya para pemain Bali United lebih sering bermain dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki, berbeda yang dilakukan dalam laga ini. Pelatih Johnny Jansen kembali mengandalkan serangan dari sisi sayap, tepatnya melalui Thijmen Goppel.
Ricky Fajrin dan kawan-kawan lebih sering memberikan umpan panjang kepada Thijmen Goppel. Walaupun sering merepotkan barisan belakang Dewa United, skema ini terlihat kurang efektif. Selain mudah terbaca, pemain Dewa United cukup disiplin dalam menjaga pergerakan Thijmen Goppel.
Ricky Fajrin maupun Rizky Dwi, yang biasanya rajin membantu serangan, terlihat lebih ditarik ke belakang. Hal ini membuat pergerakan Jordy Bruijn tidak leluasa untuk masuk ke area pertahanan Dewa United. Skema ini sedikit berubah saat Rahmat Arjuna masuk di babak kedua. Tusukan-tusukan dari sisi tengah lebih terlihat dan cukup efektif untuk membongkar ketatnya pressing yang dilakukan Ricky Kambuaya dan kawan-kawan. Terbukti, beberapa peluang tercipta di akhir babak kedua.
Dengan hasil imbang ini, Bali United harus turun ke posisi kedelapan klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan jumlah poin 21. Serdadu Tridatu harus bisa bermain lebih konsisten lagi untuk memperbaiki posisinya kembali ke papan atas.
Pada pekan ke-16, Bali United akan kembali bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (4/1/2026), menjamu Arema FC. Akankah Ricky Fajrin dan kawan-kawan mampu meraih kemenangan di kandang?