Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan Dewa United (coklat).
Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan Dewa United (coklat). (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United gagal melanjutkan tren positifnya. Dua kemenangan beruntun di kandang lawan belum mampu membawa Serdadu Tridatu meraih poin penuh atas tamunya, Dewa United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin lalu, 29 Desember 2025. Kedua tim harus berbagi poin dalam laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 ini.

Bali United seperti kehilangan rohnya saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Hingga pekan ke-15, tim asuhan pelatih Johnny Jansen ini baru satu kali menang di kandang saat menghadapi Madura United.

1. Kedua tim bermain dengan tempo lambat

Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan Dewa United (coklat). (Instagram.com/baliunitedfc)

Pemain lini serang kiper Bali United dan Dewa United sama-sama berkualitas. Hal ini membuat keduanya bermain sangat berhati-hati saat melakukan serangan.

Pressing ketat membuat tempo permainan lambat tidak seperti biasanya. Selain itu, pemain dari kedua tim sangat sering melakukan kesalahan passing, sehingga aliran bola tidak berjalan lancar. Situasi ini membuat laga tunda ini kurang menarik ditonton karena minim peluang.

Tempo permainan berubah menjelang laga berakhir, terutama saat beberapa pemain pengganti dimasukkan. Lima menit sebelum waktu normal berakhir, kedua tim meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa peluang tercipta, namun hingga peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi, tidak ada satu gol pun tercipta.

2. Mike masih menjadi palang kokoh Bali United

Mike Hauptmeijer saat melakukan pemanasan. (Instagram.com/baliunitedfc)

Penjaga gawang Bali United asal Belanda, Mike Hauptmeijer, masih membuktikan bahwa dirinya termasuk penjaga gawang terbaik di Super League 2025/2026. Mike melanjutkan tren nir bobol saat berhadapan dengan Dewa United. Walaupun minim peluang dari barisan depan tim berjuluk Banten Warriors ini, Mike berhasil menggagalkan beberapa peluang emas dari Alexis Messidoro dan Alex Martin.

Ketangguhan Mike terbukti karena gawangnya belum kebobolan dalam empat pertandingan terakhir. Total cleansheet yang telah dilakukan pemilik tinggi 1,9 meter ini adalah 6 cleansheet dari 15 pertandingan. Hingga pekan ke-15, Mike masih kokoh menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di Super League 2025/2026 dengan jumlah penyelamatan sebanyak 62 kali.

3. Perubahan gaya bermain Bali United

Thijmen Goppel (merahh) dihadang pemain Dewa United (coklat). (Instagram.com/baliunitedfc)

Pada laga menghadapi Dewa United, Bali United terlihat mengubah gaya permainannya. Jika biasanya para pemain Bali United lebih sering bermain dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki, berbeda yang dilakukan dalam laga ini. Pelatih Johnny Jansen kembali mengandalkan serangan dari sisi sayap, tepatnya melalui Thijmen Goppel.

Ricky Fajrin dan kawan-kawan lebih sering memberikan umpan panjang kepada Thijmen Goppel. Walaupun sering merepotkan barisan belakang Dewa United, skema ini terlihat kurang efektif. Selain mudah terbaca, pemain Dewa United cukup disiplin dalam menjaga pergerakan Thijmen Goppel.

Ricky Fajrin maupun Rizky Dwi, yang biasanya rajin membantu serangan, terlihat lebih ditarik ke belakang. Hal ini membuat pergerakan Jordy Bruijn tidak leluasa untuk masuk ke area pertahanan Dewa United. Skema ini sedikit berubah saat Rahmat Arjuna masuk di babak kedua. Tusukan-tusukan dari sisi tengah lebih terlihat dan cukup efektif untuk membongkar ketatnya pressing yang dilakukan Ricky Kambuaya dan kawan-kawan. Terbukti, beberapa peluang tercipta di akhir babak kedua.

Dengan hasil imbang ini, Bali United harus turun ke posisi kedelapan klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan jumlah poin 21. Serdadu Tridatu harus bisa bermain lebih konsisten lagi untuk memperbaiki posisinya kembali ke papan atas.

Pada pekan ke-16, Bali United akan kembali bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (4/1/2026), menjamu Arema FC. Akankah Ricky Fajrin dan kawan-kawan mampu meraih kemenangan di kandang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team