Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Bali United berhasil mengakhiri kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini dengan poin penuh. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (12/4/2023), akuad Serdadu Tridatu berhasil menang tipis 3-2 atas lawannya PSIS Semarang.

Menariknya, Bali United berhasil comeback setelah sebelumnya tertinggal 2 gol dari Laskar Mahesa Jenar. Dengan kemenangan ini, Bali United mengunci posisi 5 klasemen akhir Liga 1 Indonesia.

Hal ini sesuai dengan target manajemen dan Kepala Pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, pada musim ini. Selanjutnya Bali United sebagai juara Liga musim lalu, akan melakoni laga perebutan tiket Liga Champion Asia menghadapi juara Liga 1 musim ini, PSM Makassar.

1. Tertinggal 2 gol terlebih dahulu lewat gol Carlos Fortes dan gol bunuh diri Jajang Mulyana

Pemain PSIS Semarang, Carlos Fortes menentukan kemenangan dalam laga uji coba Liga 1 2022 melawan PSM Makassar di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (28/5/2022). (dok. PSIS)

Sejak menit pertama pertandingan, Bali United dan PSIS sama-sama ngotot untuk menguasai pertandingan. Kedua tim saling jual-beli serangan untuk unggul terlebih dahulu. Striker PSIS Semarang, Carlos Fortes, sudah mengancam gawang M Ridho sejak menit ke-4.

Sementara serangan Spasojevic berhasil digagalkan lini belakang PSIS Semarang pada menit ke-7. PSIS Semarang mencuri gol terlebih dahulu pada menit ke-23.

Taisei Marukawa mampu memberikan umpan terukur kepada Carlos Fortes. Pemain asal Portugal itu langsung melepaskan tembakan ke dalam gawang Bali United, yang tidak mampu diadang Ridho. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan PSIS.

Pada menit ke-35, PSIS mendapat hadiah tendangan bebas. Tendangan bebas yang diarahkan ke kotak penalti berusaha dihalau Jajang Mulayana. Namun bola justru masuk ke gawang sendiri. Bali United tertinggal 2 gol dari PSIS Semarang.

Skuad Serdadu Tridatu baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-40. Eber Bessa berhasil merangsek ka kotak penalti PSIS Semarang, dan melepaskan umpan melambung ke Spasojevic.

Spaso yang tidak terjaga dengan mudah melesatkan bola ke gawang PSIS Semarang. Bali United berhasil memperkecil ketinggalan menjadi skor 1-2. Skor ini bertahan hingga babak pertama berakhir.

2. Bali United berhasil comeback pada babak kedua

Tertinggal pada babak pertama, Bali United meningkatkan serangan pada babak kedua. Pemain muda Bali United, Made Tito bersama Yabes, kembali dimasuklan untuk menambah daya gedor lini tengah Bali United.

Keputusan Teco ini sukses. Pada menit-63, Made Tito mampu memberikan umpan ke Eber Bessa yang berhasil dituntaskan menjadi gol. Skor imbang 2-2.

Selanjutnya pada menit ke-70, giliran Yabes yang melesatkan umpan dari sisi kanan pertahanan PSIS Semarang. Umpan ini berhasil disambut Privat Mbarga menjadi sebuah gol. Skor 3-2 untuk keunggulan Bali United terus bertahan hingga pertandingan berakhir. Bali United berhasil comback setelah tertinggal 2 gol di babak pertama.

3. Finish pada posisi 5 klasemen akhir Liga 1 Indonesia, fans minta fokus ke kompetisi Asia

Dengan kemenangan ini, Bali United berhasil finish di posisi lima klasemen akhir Liga 1 Indonesia pada musim ini. Ini sesuai dengan target manajemen, yang berharap Bali United bisa finish pada posisi lima besar, setelah sebelumnya berhasil menjadi juara liga.

Selanjutnya Bali United akan mempersiapkan diri dalam pertandingan play off melawan juara liga tahun ini, PSM Makassar, untuk merebut tiket menuju Liga Champion Asia. Bali United memperebutkan tiket Liga Champion Asia selaku juara Liga Indonesia musim lalu.

"Bali United sebaiknya harus lebih mempersiapkan diri lagi dan fokus ke kompetisi Asia. Jika tidak lolos Liga Champion Asia, sudah pasti Bali United berlaga di AFC. Sebaiknya fokus, jangan menjadi pelengkap lagi seperti AFC musim lalu. Harapan besar kami itu," ungkap fans Bali United, Komang Sanjaya, Kamis (13/4/2023).

Untuk diketahui, pada musim lalu Bali United tampil mengecewakan di Laga Kompetisi Asia, Piala AFC. Bali United yang berstatus sebagai wakil Indonesia dan juara Liga Indonesia bahkan gagal lolos di fase grup.

Editorial Team