Jalannya pertandingan antara Bali United (merah) dan PSS Sleman (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)
Pada laga ini, Bali United mengambil inisiatif serangan sejak menit awal babak pertama. Lini depan Bali United yang digawangi Privat Mbarga, Irfan Jaya, Everton Nascimento mengepung lini bertahan PSS Sleman. Mereka dan pemain Bali United lainnya secara silih berganti mendapatkan peluang untuk membobol gawang PSS Sleman yang dijaga kiper asingnya, Alan Jose Bernardon.
Irfan Jaya menjadi pemain yang paling banyak mendapatkan peluang emas. Sayangnya, dari tendangan maupun sundulan kepala pemain kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan, belum mampu membuahkan gol. Baik Irfan Jaya maupun pemain Bali United lainnya masih sering membuang peluang.
Untuk menambah daya gedor timnya, Teco melakukan penggantian pemain di babak kedua. Pelatih asal Brasil ini memasukkan Kenzo Nambu, Kadek Agung, Rahmat Arjuna, dan M Rahmat. Permainan Bali United terlihat lebih berkembang dengan tidak terlau sering melakukan passing bola-bola panjang. Mereka mulai berani melakukan passing dari kaki ke kaki. Namun, hingga waktu tambahan berakhir, Bali United belum mampu mencetak gol untuk meraih tiga poin.
Dua hasil imbang berturut-turut di kandang ini seharusnya menjadi evaluasi Teco terkait produktivitas Bali United. Jika tidak segera diperbaiki, tentu akan menjadi masalah saat tandang ke kandang Malut United, Sabtu (21/9/2024) nanti. Bali United wajib meraih kemenangan pada laga selanjutnya, agar posisinya bisa merangkak naik ke papan atas klasemen Liga 1 2024/2025.