Privat Mbarga (tengah) saat melewati pemain CC Mariners. (Instagram.com/baliunitedfc)
Dikutip dari Sofascore.com (https://www.sofascore.com/bali-united-fc-central-coast-mariners/qucsZKA), CC Mariners bisa menguasai jalannya pertandingan. Hal ini bisa dilihat dari penguasaan bola, CC Mariners jauh unggul atas Serdadu Tridatu yaitu 65 persen berbanding 35 persen. Bali United hanya mampu melesakkan 5 tembakan dengan 2 tembakan on target. Sedangkan CC Mariners, mampu melakukan 27 tembakan, 8 di antaranya on target.
Pada pertandingan di Australia kali ini, Bali United sama sekali tidak mendapatkan tendangan penalti yang biasanya menjadi salah satu peluang untuk mencetak gol. Keadaan sebaliknya justru didapat oleh CC Mariners yang mampu menghasilkan 10 tendangan penjuru. CC Mariners memanfaatkan umpan dari kaki ke kaki yang terlihat dari jumlah operan, yaitu 575 kali dengan tingkat akurasi 89 persen.
Bali United melakukan 317 operan dengan tingkat akurasi 75 persen. Enam gol CC Mariners diciptakan oleh Jacob Farrell (24', 67'), Marco Tulio (34', 37'), dan Theoharaous (50'). Sedangkan, Bali United berhasil mencetak gol melalui Privat Mbarga (47') dan Jefferson Assis (47'). Dua gol lainnya adalah gol bunuh diri dari Jack Desmond (17') dan Kadek Arel (54').
Dengan kekalahan ini, Bali United memperpanjang rekor tidak pernah menang saat berlaga di Australia. Laga berikutnya, CC Mariners akan giliran bertamu ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (8/11/2023). Peluang Serdadu Tridatu masih terbuka lebar untuk lolos pada fase berikutnya dengan memanfaatkan sisa tiga pertandingan dengan sebaik-baiknya.