Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)
Pertandingan kungfu tradisional ini menggunakan dua lapangan. Total 150 atlet muda putra-putri turun dalam 28 nomor pertandingan tangan kosong dan senjata. Mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah lapangan pertandingan.
Menurut Karpiana, yang juga duduk sebagai juri pertandingan, mengatakan para peserta begitu bersemangat karena didukung oleh para pendukung yang selalu meneriakkan yel-yel untuk mendukung para atlet.
"Mungkin Kejurda ini seperti melepas dahaga, karena sudah hampir dua tahun tidak pernah ada lagi pertandingan secara tatap muka langsung. Walaupun diadakan secara tatap muka, setiap peserta dan pendukung atlet diwajibkan mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.
Atlet kungfu dari Sasana Sinar Naga yang ditemui di lokasi, Putu Ayu Tirtawati, mengaku kegembiraannya bisa mengikuti Kejurda ini.
"Kejurda AKTI ini adalah kejuaraan tatap muka pertama yang saya ikuti selama masa pandemik ini. Suasananya sangat jauh beda dengan kejuaraan virtual, dan cukup membuat grogi saat tampil langsung di hadapan dewan juri dan penonton," ungkap atlet kungfu junior yang berhasil memperoleh medali emas dalam nomor tangan kosong perguruan ini.
Dalam Kejurda kali ini terdapat beberapa atlet yang masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK). Atlet-atlet cilik ini begitu lincah memainkan jurus tangan kosong perguruan.
Orangtua atlet yang anaknya masih duduk di TK A, Astri Dwiatmi, mengikutkan buah hatinya bukan untuk mendapatkan juara. Melainkan lebih untuk mengasah mental anaknya, sekaligus membuktikan bahwa untuk belajar seni bela diri kungfu tradisional sudah bisa diajarkan sejak dini.