Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PBPI Bali Luncurkan Website Resmi Dukung Ranking Padel Amatir
Ketua Umum Pengprov PBPI Bali, Erwan Wiyono (IDN Times/Ayu Afria)
  • PBPI Bali meluncurkan website pbpibali.org untuk mendukung sistem peringkat padel amatir, mempermudah pendataan lapangan, serta pengelolaan turnamen dan perizinan olahraga padel di Bali.
  • Bali kini memiliki 46 klub padel dengan lebih dari 200 lapangan, menjadikannya wilayah dengan perkembangan padel tercepat kedua setelah Jakarta dan berpotensi besar dalam sport tourism.
  • PBPI Bali menyiapkan regenerasi atlet lewat turnamen usia muda dan dua event besar pada 2026, meski masih menghadapi tantangan minimnya atlet padel putri asal daerah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Perkumpulan Besar Padel Indonesia resmi meluncurkan website pbpibali.org untuk mendukung sistem peringkat padel amatir di Bali sekaligus menjadi wadah bagi atlet Indonesia dan wisatawan asing.

Ketua Umum Pengprov PBPI Bali, Erwan Wiyono, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Bali sebagai The Padel Hub of Southeast Asia. Menurutnya, keberadaan platform tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan padel di Bali, termasuk melalui partisipasi wisatawan asing yang dinilai mendominasi dan berpotensi memperkuat sektor sport tourism.

Selain itu, website tersebut juga disebut memudahkan penyelenggaraan dan kurasi turnamen padel.

"Kami ingin menjaga ekosistem padel di Bali dengan website ini dan terutama kemudahan pendataan lapangan yang sekarang juga marak di mana-mana. Terus mempermudah juga perizinan, surat rekomendasi, dan mempermudah juga kalender-kalender turnamen," terangnya.

Perkembangan Padel di Bali pesat, terbanyak masih di Kabupaten Badung

ilustrasi padel (unsplash.com/Gabriel Martin)

Erwan Wiyono mengatakan padel menjadi salah satu potensi sport tourism di Bali. Ia menyebut jumlah klub padel di Bali menjadi yang terbanyak kedua setelah Jakarta. Saat ini tercatat ada 46 klub padel di Bali dengan lebih dari 200 lapangan yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung, hingga Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, PBPI masih menunggu kesempatan turnamen Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya untuk mengukur prestasi atlet padel Bali. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah minimnya atlet padel putri asal Bali.

"Sebenarnya di Bali ini padelnya sudah masuk tahun keempat. Kalau atlet padel Bali yang pro yang masih aktif tiga (orang) ya. Kecil sekali. Kalau amatir banyak," ungkapnya.

PBPI Bali akan memulai regenerasi atlet Padel tahun ini

ilustrasi padel (unsplash.com/Gabriel Martin)

Untuk mendukung ekosistem peringkat amatir padel di Bali, Perkumpulan Besar Padel Indonesia berencana menggelar turnamen usia muda pada bulan depan untuk kategori usia 12 hingga 18 tahun.

Selain itu, pada 2026 juga dijadwalkan dua event besar padel di Bali, salah satunya International Junior Asia Cup. Indonesia, khususnya Bali, ditunjuk sebagai tuan rumah oleh federasi internasional karena dinilai menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan olahraga padel paling pesat.

"Kalau suatu cabor (cabang olahraga), kalau kita gak mulai dengan turnamen-turnamen youth ya kita gak memulai regenerasi atletnya," tegasnya.

PBPI Bali terkendala atlet Padel putri

ilustrasi raket dan bola padel (unsplash.com/

Kendala regenerasi atlet padel putri dari Bali menjadi PR tersendiri bagi PBPI Bali, pasalnya tuntutan regenerasi atlet tidak bisa dijeda. Sekalipun diakuinya Bali memiliki satu atlet padel putri senior namun regenerasi tetap menjadi fokus utama. Atlet padel putri secara angka nasional juga masih sedikit, padahal menurutnya kekuatan atlet putri Indonesia di racket sport termasuk kategori tangguh.

"Karena memang atlet padel itu belum banyak. Beberapa pemain itu pindahan dari pemian tenis," terangnya.

Pun, generasi muda saat ini ia sebut juga cukup tertarik menekuni padel terutama setelah ada youth turnamen. Di Bali rentang peminat padel didominasi usia 20 hingga 50 tahun.

Editorial Team