Comscore Tracker

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus Mewah

Jangan malu kalau penjormu sederhana ya 

Hari Raya Galungan identik dengan pemasangan penjor. Hari Raya yang jatuh pada Rabu Kliwon wuku Dungulan ini, umat Hindu di Bali akan menancapkan penjornya di sisi kanan pintu masuk rumah.

Penjor merupakan simbol dari perwujudan Naga Basuki dan Naga Antanboga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk penjor yang mirip naga. Selain itu, penjor juga sebagai simbol gunung. Penjor adalah wujud ucapan terima kasih umat Hindu atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Batang penjor terbuat dari bahan bambu yang dibungkus oleh janur atau kain, lalu diberikan hiasan agar terlihat menarik. Hiasan ini berdasarkan kreativitas seni umat Hindu yang membuatnya.

Beberapa penjor akan terlihat megah dan terkesan mewah dengan beragam variasi hiasan yang digunakan. Namun yang terpenting dari penjor bukan terletak pada hiasannya. Melainkan sarana-sarana yang wajib ada di penjor seperti berikut ini.

Baca Juga: 5 Hari Suci Sebelum Perayaan Galungan di Bali

1. Sanggah penjor

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus MewahSanggah penjor. (instagram.com/ginokbhujangga)

Sanggah penjor merupakan simbol dari kepala dan mulut naga yang berada di bagian bawah penjor atau sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah. Sanggah ini sering disebut dengan Ardha Candra.

Sanggah penjor yang terbuat dari bambu ini berbentuk persegi pada bagian bawah, dan atapnya dibuat melengkung. Fungsinya untuk meletakkan sarana upacara (banten) selama perayaan Galungan nanti. Sanggah penjor juga merupakan simbol dari Dewa Siwa.

Baca Juga: 6 Tempat Membeli Buah-buahan untuk Galungan di Denpasar

2. Sampian

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus MewahSampian penjor. (instagram.com/janur_suryati_wijaya)

Sampian adalah sarana yang dipasang di bagian atas atau ujung bambu. Sarana ini melambangkan ekor naga.

Sampian terdapat canang sari lengkap beserta porosannya sebagai simbol kekuatan Dewa Parama Siwa. Bentuk sampian bisa berbeda-beda, tergantung dari kreativitas pembuatnya.

3. Hasil palawija

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus MewahPala bungkah pala gantung. (instagram.com/parimarta_buntek)

Bagian lengkung penjor adalah lambang dari perut naga. Pada bagian ini digantungkan beberapa hasil bumi yang sering disebut dengan pala bungkah (umbi-umbian) dan pala gantung (buah-buahan).

Pada zaman dahulu, kehidupan masyarakat di Bali sebagian besar adalah petani. Ketika Hari Raya Galungan, petani akan mempersembahkan hasil buminya yang digantung pada penjor sebagai wujud syukur.

Hasil bumi yang digantung biasanya berupa ubi, singkong, kentang, tebu, pisang, apel, dan sebagainya. Gantungan berupa hasil bumi ini sebagai simbol kekuatan Dewa Wisnu atau kemakmuran.

4. Jajan tradisional Bali dan kain putih kuning

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus MewahJajan tradisional Bali. (instagram.com/dupa_dwikenanga)

Selain hasil bumi, beberapa aneka jajan (jaja) tradisional Bali seperti uli, begina, dan sebagainya ikut digantung secara berjejer bersama hasil palawija di atas. Jajan tradisional ini adalah simbol dari kekuatan Dewa Brahma.

Jangan lupa untuk menggantung kain putih kuning di area lengkung penjor. Kain ini sebagai simbol kekuatan Dewa Iswara.

Baca Juga: Makna Penjor Untuk Hari Raya Galungan

5. Kelapa

5 Sarana Wajib yang Ada di Penjor Galungan, Gak Harus MewahKelapa yang digantung pada bagian bawah penjor. (youtube.com/mhdra)

Walaupun termasuk hasil palawija, namun kelapa tidak digantung di bagian atas penjor. Melainkan diletakkan di bagian bawah, sejajar dengan sanggah penjor. Namun ada juga yang menggantungnya di bagian tengah penjor. Kelapa merupakan simbol dari kekuatan Dewa Rudra.

Selain itu, kelapa memiliki makna bahwa penjor itu memiliki fungsi yang beragam seperti halnya kelapa. Pada bagian di sekitar kelapa terpasang beberapa daun-daunan atau plawa, merupakan lambang dari unsur daun-daunan yang tidak terlepas dari kegiatan upacara umat Hindu. Daun-daunan ini merupakan simbol dari kekuatan Dewa Sangkara.

Penjor kemudian diberikan hiasan sesuai kreativitas pembuatnya menggunakan bahan-bahan dari janur, dan daun pohon enau yang masih muda atau kering. Penjor biasanya dipasang pada hari Penampahan atau sehari sebelum Galungan.

Penjor dipasang selama 35 hari dan nantinya dilepas pada Hari Pegatwakan atau Rabu Kliwon wuku Pahang. Sebelum mencabutnya, terlebih dahulu menghaturkan sarana upakara banten Tumpeng Puncak Manik. Setelah itu, barula penjor dilepas dan dibakar.

ari budiadnyana Photo Community Writer ari budiadnyana

Menulis dengan senang hati

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya