Comscore Tracker

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusia

Sumatra menjadi korban tertinggi akibat tsunami tahun 2004

Dalam edisi September 1896, Majalah National Geographic menampilkan cerita tentang kehancuran akibat bencana alam yang terjadi di Jepang tiga bulan sebelumnya. Artikel itu juga memperkenalkan "tsunami", yang merupakan kombinasi dari Bahasa Jepang pelabuhan (tsu) dan gelombang (nami).

Kini, para ahli menggunakan kata tsunami untuk merujuk pada gelombang air tinggi dan panjang yang diakibatkan oleh gangguan geologis di bawah permukaan laut seperti letusan gunung berapi, longsoran batu, jatuhnya es ke dalam air, atau mungkin gempa bumi. Berikut ini deretan tsunami paling mematikan yang tercatat dalam sejarah, dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration Center For Tsunami Research (NCTR), International Tsunami Information Center (ITIC) Unesco, dan sumber lainnya.

Baca Juga: Apakah Bali Pernah Tsunami? Ini Penjelasan Ahli Geologi

1. Teluk Ise, Jepang (18 Januari 1586)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah ManusiaTeluk Ise, Jepang (alchetron.com)

Enam tahun sebelum akhir era Tensh, gempa bumi dahsyat dengan perkiraan magnitudo 7,9 hingga 8,2 mengguncang sejumlah prefektur di Jepang, dari distrik barat daya Osaka dan Nara hingga Shizuoka di timur.

Gempa tersebut menyebabkan runtuhnya banyak bangunan, termasuk kuil dan benteng. Bahkan, terjadi kebakaran besar yang menghancurkan separuh Kota Nagahama di Shiga. Ada pula kebakaran di prefektur lain, di Kyoto, dan bahkan tanah longsor besar-besaran di lokasi yang tidak ditentukan.

Gempa juga membawa gelombang besar dari Danau Biwa, yang dilaporkan menghanyutkan apa pun di Nagahama. Sementara itu tsunami juga dimulai dari Teluk Ise, yang dilaporkan mencapai ketinggian hampir 6 meter dan menabrak kota-kota terdekat. Berdasarkan catatan UNESCO, korban tewas akibat gempa dan tsunami yang mematikan itu melebihi 8.000 orang.

Baca Juga: Makna Gempa Menurut Hindu Bali, Semoga Tak Terjadi Hal Buruk

2. Tsunami Besar Yaeyama, Jepang (24 April 1771)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah ManusiaTanda di Obi-iwa, Pulau Shimoji, Miyakojima, Okinawa, Jepang (commons.wikimedia.org/Own Work)

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, 13.486 orang tewas karena Tsunami Besar Yaeyama tahun 1771. Hal ini sebagai akibat dari gempa berkekuatan magnitudo 7,4 di lepas pantai tenggara Ishigaki di Kepulauan Ryukyu. Gempa yang dahsyat ini bahkan dirasakan penduduk di pulau terdekat Okinawa. Tsunami juga mendatangkan malapetaka besar di pulau-pulau tersebut, dari Ishigaki dan Miyako, gelombang besar meluluhlantahkan lebih dari 3.000 rumah di daerah tersebut.

Ryukyu Seismology Lab melaporkan, bahwa gelombang tsunami yang menghantam bagian tenggara Ishigaki mencapai ketinggian lebih dari 29,8 meter. Sementara itu gelombang setinggi 3,9 meter menghantam bagian barat laut Ishigaki, sedangkan pulau Kuroshima dan Hateruma dihantam gelombang setinggi 4,9 meter. Pulau Tamara dan Miyako dihantam tsunami yang lebih besar, mencapai ketinggian 14,9 meter dan 9,7 meter. Hampir 9.000 orang dari Pulau Yaeyama dan 2.000 penduduk Miyakojima tewas.

Karena tingginya angka kematian dan penduduk pulau dipaksa untuk bermigrasi, populasi di daerah tersebut menurun, bahkan satu abad setelah bencana. Keadaan diperburuk dengan meningkatnya wabah dan kelaparan, yang sangat memengaruhi mata pencaharian warga setempat pascatsunami.

3. Pulau Kyushu, Jepang (21 Mei 1792)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah ManusiaPemandangan Gunung Mayuyama, salah satu kubah lava dasit yang membentuk kompleks Gunung Berapi Unzen di Pulau Kyushu, Jepang (volcanoes.usgs.gov/T. Casadevall)

Pada tahun 1792, letusan Gunung Berapi Unzen di Pulau Kyushu Jepang memicu serangkaian peristiwa destruktif yang menyebabkan 14.524 kematian. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi setelah letusan awal Gunung Unzen, yang memicu longsor dari sisi timur Gunung Mayuyama, salah satu kubah lava Gunung Berapi Unzen.

Pergerakan dari material vulkanik berusia 4.000 tahun itu menghancurkan Kota Shimabara, menyebabkannya menabrak Laut Ariake. Kekuatan dari runtuhnya puing-puing vulkanik menghasilkan tsunami besar yang menghantam Shimabara dan daerah sekitarnya, menghancurkan bentangan sejauh 22,8 kilometer.

Kerusakan harta benda dan korban jiwa akibat tanah longsor dan tsunami menjadikan bencana ini sebagai bencana vulkanik terburuk dalam sejarah Jepang, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.

4. Gempa bumi dan tsunami Tohoku, Jepang (11 Maret 2011)

https://www.youtube.com/embed/oWzdgBNfhQU

Bencana yang melanda wilayah Tohoku Jepang pada 11 Maret 2011 sering disebut sebagai bencana terburuk. Gempa berkekuatan magnitudo 9,0 hingga 9,1 ini memicu tsunami di pantai timur Laut Honshu pada kedalaman sekitar 28,9 meter.

Mengutip laman Live Science, gempa tersebut terkuat yang pernah tercatat di negara itu. Gelombang tsunami setinggi 9,7 meter itu berkecepatan hampir 804 km/jam, memaksa lebih dari 450.000 penduduk untuk dievakuasi.

Namun semua aktivitas seismik ini menimbulkan kerusakan pada infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima, mengakibatkan kebocoran radioaktif dan kehancuran inti reaktor.

National Oceanic and Atmospheric Administration memperkirakan ada 18.482 korban tewas. Brookings memperkirakan bahwa kerugian ekonomi mencapai 360 miliar dolar AS atau setara Rp5,1 kuadriliun, menjadi "bencana paling mahal dalam sejarah manusia."

5. Arica, Chili (13 Agustus 1868)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah ManusiaArica, Chili setelah gempa dan diterjang tsunami (loc.gov)

Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,5 di dekat Arica, Chili (sebelumnya Peru) menjadi penyebab dari peristiwa tsunami pada tahun 1868. Gelombang tsunami memengaruhi pusat gempa dan daerah di dekat Pantai Peru-Chili, dan dari Lingkar Pasifik.

Sebuah makalah yang dipresentasikan di Simposium Internasional ke-6 tentang Geodinamika Andes pada tahun 2005 mengungkapkan bahwa tsunami pertama, yang menerjang Arica 52 menit setelah gempa, memiliki ketinggian 11,8 meter. Gelombang tsunami kedua muncul 73 menit setelah gempa bumi, mencapai ketinggian 15,8 meter. Gelombang tersebut menewaskan sekitar 25.000 penduduk Chili dan Peru.

Tsunami kemudian bergulir selama lebih dari setengah hari melintasi Pasifik, yang akhirnya menghantam Kepulauan Chatham Selandia Baru, lapor New Zealand Herald. Selain merusak rumah, jembatan, perahu, dermaga, dan pagar di dekat Semenanjung Banks, tsunami juga menyapu bersih desa Maori. Secara keseluruhan, gempa bumi dan tsunami menelan kerusakan senilai 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,3 triliun.

6. Sanriku, Jepang (15 Juni 1896)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusiapenduduk setempat berdiri di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa bumi dan tsunami tahun 1896 di daerah Sanriku di timur laut Honshu. (dok. Morioka Local Meteorological Observatory)

Sepintas, 15 Juni 1896 tampak seperti hari biasa bagi para nelayan Sanriku, Jepang. Tidak ada tanda bahaya pada saat mereka mencari ikan sekitar 32 kilometer jauhnya dari Pelabuhan Sanriku. Tapi ketika mereka kembali ke pelabuhan, tsunami menerjang garis pantai sepanjang 273 kilometer, menewaskan lebih dari 27.000 orang.

Tsunami yang mencapai ketinggian 38 meter ini berasal dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 dan episentrumnya berada di lepas Pantai Sanriku. Gelombang tsunami membanjiri dan menghancurkan lebih dari 11.000 rumah di sepanjang pantai.

Efek dari peristiwa ini juga dirasakan di kawasan Pasifik lainnya. San Francisco Chronicle edisi 16 Juni 1896 melaporkan ada gelombang setinggi 2,7 meter di California, ada pula gelombang besar yang menghancurkan beberapa dermaga dan rumah suku Hawai'i. Bahkan ada beberapa laporan tsunami dari pantai timur China yang membanjiri tanaman warga setempat dan merenggut 4.000 nyawa warganya.

7. Nankaido, Jepang (28 Oktober 1707)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusiailustrasi tsunami di Jepang (soranews24.com/National Archives of Japan)

Sekitar tiga abad sebelum gempa melanda Tohoku pada tahun 2011, ada gempa bumi hebat yang disebut Hoei, memengaruhi wilayah selatan-tengah Jepang, memecahkan lima segmen Palung Nankai, dan bahkan memicu letusan terakhir Gunung Fuji.

Gempa bumi ini diperkirakan berkekuatan magnitudo 8,4 hingga 8,7 yang terjadi sekitar pukul 14:00 di Jepang, menyebabkankan gelombang tsunami setinggi 24,9 meter yang merusak bangunan di Osaka dan area lainnya. Sebuah makalah tahun 2005 oleh para peneliti Universitas Kyoto menunjukkan bahwa barat daya Honshu, Shikoku, dan tenggara Kyūsh mengalami kerusakan sedang hingga parah karena bencana tersebut.

Dari pukul 15:00 hingga 16:00, sekitar 12 tsunami telah menerjang wilayah tersebut. Sebuah makalah tahun 1999 di Disaster Prevention Research Institute Annuals menunjukkan bukti bahwa Cekungan Nara mengalami likuifaksi (hilangnya kekuatan dan kekakuan tanah akibat gempa bumi, yang dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar) sebagai akibat dari bencana tersebut. Setidaknya, 30.000 orang kehilangan nyawa karena kombo gempa-tsunami ini.

8. Laut Enshunada, Jepang (20 September 1498)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusiailustrasi peta Jepang (commons.wikimedia.org/Blue Marble Next Generation)

Makalah tahun 2013 di AGRIS menjelaskan gempa bumi yang terjadi di paruh kedua era Meiō. Gempa ini mencapai kekuatan magnitudo 8,3. Menghasilkan gelombang tsunami dari Laut Enshu-nada yang cukup kuat hingga menembus dataran rendah yang memisahkan laut dari Danau Hamana. Sekitar 31.000 orang tewas karena tersapu gelombang tsunami yang kuat.

Bencana tersebut akhirnya berdampak signifikan di Jepang bagian tengah, baik dari segi aspek geofisika maupun perkembangan warganya. Tsunami dilaporkan membawa sejumlah besar sedimen ke muara Sungai Hamana di prefektur Shizuoka selatan, yang secara efektif menutup mulut sungai, dan mengubah lingkungan sungai yang subur menjadi rawa.

Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah kota pelabuhan bernama Hashimoto menurun tajam akibat dampak tsunami yang memengaruhi lingkungannya. Akhirnya, kota pelabuhan itu ditinggalkan karena tidak lagi memiliki jalur air langsung ke Samudra Pasifik.

9. Krakatau, Indonesia (26 Agustus 1883)

https://www.youtube.com/embed/NtXhu4Dp7tE

Berdasarkan angka dari National Oceanic and Atmospheric Administration, letusan gunung Krakatoa (atau Krakatau) tahun 1883 di Indonesia menewaskan sedikitnya 34.417 orang. Live Science menggambarkan peristiwa itu sebagai "salah satu letusan gunung berapi paling mematikan dalam sejarah modern," karena mempengaruhi iklim global selama dua minggu setelah kejadian tersebut.

Bencana itu dimulai pada 26 Agustus 1883 pukul 12:53, awan gas dan puing-puing berhamburan dari gunung berapi setinggi 24 kilometer ke udara. Para ahli berteori bahwa beberapa material vulkanik mungkin telah jatuh ke mulut Gunung Krakatau, menghalangi ruang magma dan menyebabkan penumpukan tekanan.

Benar saja, keesokan harinya terjadi empat letusan besar yang sangat keras, hingga terdengar hampir 4.828 kilometer jauhnya. Kekuatan ledakan itu diduga hampir sepuluh ribu kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima.

Diperkirakan 2.000 dari korban yang tercatat meninggal akibat letusan gunung berapi. Namun tsunami yang dihasilkanlah yang benar-benar menghancurkan penduduk. Gelombang setinggi 36 meter menghancurkan Kota Anyer dan Merak. Peristiwa terkait juga menewaskan satu orang di Sri Lanka, yang jauhnya hampir 3.218 kilometer. Bencana ini juga menurunkan suhu rata-rata global hingga 1,2 derajat selama setengah dekade, karena lapisan gas seperti belerang dioksida menghalangi cahaya matahari.

10. Lisbon, Portugal (1 November 1755)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusiailustrasi gempa dan tsunami Lisbon tahun 1755 (portugalresident.com)

Pada tanggal 1 November 1755, warga Lisbon, Portugal, dilanda gempa berkekuatan magnitudo 8,5 sekitar pukul 09:30 dari dasar Samudra Atlantik, lapor Hakai Magazine. Lempeng tektonik dasar laut mengalami pergeseran, energi yang dilepaskan setara dengan 32.000 bom Hiroshima. Efeknya terasa bahkan di Skotlandia dan Brasil.

Tiga gelombang tsunami setinggi hampir 30,4 meter, menabrak pantai selatan Spanyol dan Portugal barat. Penduduk di Lisbon dilaporkan mendengar "suara bawah tanah yang mengerikan," diikuti oleh enam menit guncangan gempa yang meruntuhkan bangunan dan menyebabkan kebakaran yang menyebar ke seluruh kota dan berkobar selama lima hari.

Dalam waktu kurang dari seminggu, Portugal harus kehilangan banyak sejarah budaya dan arsitekturnya akibat bencana. Para ahli mengatakan bahwa jumlah kematian mencapai 50.000 orang di seluruh Portugal, Maroko, dan Spanyol, ungkap History.

11. Messina, Italia (28 Desember 1908)

12 Tsunami Paling Mematikan dalam Sejarah Manusiasuasana setelah gempa di Messina, Italia (commons.wikimedia.org)

Time menceritakan kisah tsunami paling mematikan kedua dalam catatan sejarah. Tsunami ini menghancurkan Kota Messina di Italia pada 28 Desember 1908, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 hingga 7,5. Gelombang tsunami yang melanda Italia dilaporkan mencapai ketinggian 12 meter, memeras korban tewas sedikitnya 80.000 orang (dan mungkin mencapai 123.000 orang).

Mengutip laman The Borgen Project, gempa dan ombak juga menghancurkan beberapa kota pesisir di Sisilia dan wilayah Calabria, dan hampir meruntuhkan semua bangunan di kota Reggio Calabria. Warga terpaksa mengungsi dari kota-kota yang terkena dampak, beberapa melarikan diri ke New York City melalui kapal laut. Sayangnya, hal ini mengakibatkan tragedi pada tahun 1909, ketika kapal kargo Florida bertabrakan dengan kapal mewah Republic karena jarak pandang yang terhalang kabut tebal, menewaskan tiga orang Italia, tulis PBS.

12. Tsunami Samudra Hindia (26 Desember 2004)

https://www.youtube.com/embed/oMhVHM6WwWQ

Tsunami paling mematikan dalam sejarah yang tercatat, merenggut 227.899 nyawa. Gempa bumi Sumatra-Andaman berkekuatan magnitudo 9,1 yang terjadi di lepas pantai Sumatra, Indonesia, berasal dari zona patahan 1300 kilometer. Dasar laut naik hingga 39 meter karena aktivitas seismik, yang melepaskan energi setara 23.000 bom tipe Hiroshima, yang akhirnya menciptakan gelombang tsunami setinggi 49 meter, yang melintasi Samudra Hindia dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan pesawat jet, jelas World Vision.

Hanya butuh waktu sekitar seperempat jam sebelum ombak raksasa menerjang Kota Banda Aceh, kota yang padat penduduk di Indonesia. Tragedi ini terjadi pada hari setelah Natal, banyak wisatawan yang datang ke sana untuk merayakan liburan. Gelombang tsunami juga mencapai India, Sri Lanka, Thailand, dan bahkan Afrika Selatan, membanjiri banyak kota serta komunitas nelayan.

Secara keseluruhan, peristiwa mengerikan tersebut berlangsung sekitar delapan jam, dan didokumentasikan secara luas oleh dunia. Gempa juga memengaruhi rotasi planet dengan menggeser porosnya dan memperpendek hari, meskipun dengan derajat yang relatif kecil, sebagaimana yang dilaporkan The Guardian.

Karena sebagian besar gempa bumi terjadi di dekat Cincin Api, hampir tiga perempat dari semua tsunami terjadi di Samudra Pasifik. Setiap kali tsunami ini menerjang daerah berpenduduk, tsunami menandakan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang tentunya mengerdilkan manusia.

Amelia Solekha Photo Community Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://linktr.ee/ameliasolekha

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya