Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20250721_143716.jpg
Kopdes Merah Putih Gadungan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Intinya sih...

  • 19 KDMP resmi beroperasi di Tabanan, 11 di antaranya baru aktif di awal 2026.

  • KDMP bergerak di bidang gerai sembako, gas LPG, simpan pinjam, bibit padi, obat-obatan pertanian, pengolahan minyak jelantah, dan lainnya.

  • Pemerintah terus melakukan pendampingan dan KDMP diwajibkan menjalankan Rapat Anggota Tahunan serta mengunggah laporan usaha.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Secara bertahap, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tabanan bertambah. Pada tahun 2026 ini, dari 133 KDMP yang mengantongi badan hukum sudah sebanyak 19 KDMP resmi beroperasional dan melayani kebutuhan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Bidang Kelembagaan, Pengawasan, Pemeriksaan, dan Penilaian Koperasi (KP3K) Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Tabanan, Ni Nyoman Rusmini, mengatakan jumlah KDMP yang beroperasi ini, 11 di antaranya mulai aktif di awal 2026. ”Dengan penambahan 11 KDMP ini, maka total KDMP yang sudah operasional di Tabanan sebanyak 19 KDMP,” ujarnya Rabu (21/1/2026)

1. Daftar 19 KDMP yang sudah beroperasi di Tabanan

Kopdes Merah Putih Gadungan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Rusmini mengatakan, 11 KDMP yang baru beroperasi di awal tahun 2026 adalah KDMP Tegal Mengkeb, KDMP Selabih, KDMP Angkah, KDMP Wanasari, KDMP Mundeh, KDMP Subamia, KDMP Padangan, KDMP Apuan, KDMP Delod Peken, dan KDMP Kelating. Masing-masing bergerak di bidang gerai sembako. Sementara untuk KDMP Luwus mengembangkan usaha gerai gas LPG.

Sementara itu, delapan KDMP lainnya telah lebih dulu berjalan pada tahun 2025. Yakni KDMP Gadungan dan KDMP Gubug dengan unit simpan pinjam, KDMP Tunjuk dengan usaha gerai sembako, KDMP Tangguntiti dengan usaha gerai sembako dan simpan pinjam, KDMP Bantas bergerak di bidang bibit padi, KDMP Jegu gerai obat-obatan pertanian dan sembako, KDMP Perean pengolahan minyak jelantah dan sembako, serta KDMP Kerambitan bidang usaha gerai sembako.

2. Pendampingan terus dilakukan pemerintah

Kopdes Merah Putih Gadungan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Rusmini menambahkan pemerintah terus melakukan pendampingan sehingga menambah jumlah KDMP yang beroperasi. "Bertambahnya KDMP yang aktif tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah pada akhir tahun lalu, serta kesiapan masing-masing pengurus koperasi dalam memulai kegiatan usaha," ujarnya.

Menurutnya, rata-rata KDMP menempati kantor dengan sistem sewa, ada juga yang berkolaborasi dengan BUMDes. "KDMP diberikan keleluasaan baik dalam penentuan tempat maupun penyediaan modal awal,” katanya.

3. Setiap KDMP diwajibkan menjalankan RAT

Peluncuran Kopdes Merah Putih di Tabanan, Senin (21/7/2025) (Dok.IDNTimes/Humas Tabanan)

Rusmini melanjutkan, setelah beroperasional tentunya KDMP ini akan diawasi perjalanan usahanya. Setiap KDMP diwajibkan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta mengunggah laporan melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMkopdes) dan Online Data System (ODS) yang terintegrasi langsung dengan Kementerian Koperasi

Editorial Team