Tabanan, IDN Times - Seorang ibu sedang membelah batang bambu menjadi lembaran tipis (bilah bambu) di tepi jalan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Ibu tersebut bernama Putu Muliati (60). Pembuatan bilah bambu ini memerlukan skill yang diasah bertahun-tahun. Hanya dengan sebilah pisau, Muliarti bisa membagi batang bambu menjadi bilahan yang tipis dan sama ukurannya.
"Saya sudah melakukan ini sejak SD (sekolah dasar)," kata Muliati, Kamis (22/1/2026).
Dulu, bilah bambu menjadi bahan dasar pembuatan bedek, yang biasanya dipakai sebagai dinding dan plafon rumah. Namun, saat ini penggunaannya mulai bergeser sebagai ulatan untuk Ogoh-Ogoh. Sehingga pemesanan dan pembelian bilah bambu tali ini mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Nyepi.
"Saya buat bilah bambu ini hanya saat menjelang Nyepi saja. Sebab, pesanannya meningkat di waktu tersebut," ujar Muliati.
