Badung, IDN Times - Para UMKM di Bali dan BPR diajak berkolaborasi terkait pembiayaan usaha. Ketua Umum AFPI, Entjik S Djafar, mengatakan potensi UMKM di Bali yang unbankable, terutama ultra mikro atau grassroot, menjadi sasaran penting. Selama ini data UMKM unbankable susah didapatkan, sehingga perlu program atau cara khusus agar data ini bisa didapatkan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan National Forum on Embedded Financing: Collaboration Between Fintech Lending, BPR, and Commercial Banks yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama PT Smartec Teknologi Indonesia (Bantusaku).
"Kami ingin melihat potensi terutama potensi pasar di Bali ini. Terutama potensi kerja sama di pembiayaan UMKM. UMKM di Bali ini potensinya sangat besar ya," terangnya.
Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kejelasan posisi regulasi, pemetaan model kolaborasi yang efektif, serta identifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung penerapan embedded financing secara aman, terukur, dan berkelanjutan.