Denpasar, IDN Times - Siapa sangka kalau makanan, minuman, dan tembakau jadi kelompok pengeluaran penyumbang inflasi tertinggi di Bali pada 2025. Berdasarkan pencatatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 2,11 persen. Sementara andil inflasi komoditas tersebut terhadap inflasi Bali pada Desember 2025 sebesar 0,67 persen.
Inflasi di Bali dari November ke Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen. Sehingga angka inflasi di Bali tahun 2025 jadi 2,91 persen. Angka inflasi tahun 2025 termasuk yang tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengatakan angka itu masih di bawah ambang batas tertinggi inflasi Bali yaitu sebesar 3,5 persen.
“Digolongkan tinggi karena kalau kita bicara target, masih di bawah target paling 2,5 persen ya. Jadi target tertinggi pemerintah sebenarnya target 3,5 persen. Kita kan belum nyampai 3 persen,” ujar Hermawan di Kantor BPS Bali, pada Senin (5/1/2026).
Apa saja rincian kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang jadi penyumbang inflasi tertinggi di Bali? Berikut informasi selengkapnya.
