Tabanan, IDNTimes- Perubahan musim yang ekstrem saat ini melanda Kabupaten Tabanan dan berisiko menyebabkan gagal panen. Selama ini pemerintah baik pusat maupun kabupaten membuat program asuransi perlindungan untuk hasil pertanian seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), di mana pertanggungan akan dibayarkan ketika petani mengalami gagal panen.
Untuk menambah perlindungan hasil pertanian, Perum Bulog lewat kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Bulog Peduli Petani meluncurkan program Asuransi Parametrik. Sosialisasi asuransi pertanian ini digelar Rabu (29/1/2026) di CS Bedha Tabanan yang diikuti Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Tabanan.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan, Kabupaten Tabanan terpilih sebagai uji coba penerapan Asuransi Parametrik mengingat lahan sawah di Tabanan yang paling luas di Bali. "Program ini diluncurkan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya perlindungan risiko usaha tani, khususnya dalam menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta bencana alam," ujarnya, Rabu (29/1/2026)
