Ilustrasi membawa uang rupiah (unsplash.com/Muhammad Daudy)
Menurut Kompyang, pemesanan beras Sangayu memang belum banyak. Pemesanan awal dari MoU dengan KSP Ngardi Rahayu dan PT Satya Ngardi Rahayu Nusa Dua, baru sebanyak 4 ton. Pihaknya membeli beras dari penggilingan padi yang ada di Tabanan. Harganya bervariasi, tetapi dimulai dari Rp13 ribu per kilogram.
Sementara itu Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali, I Made Suana, menyambut baik MoU dari pihaknya dengan PDDS Tabanan. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah awal dalam upaya menyediakan berbagai kebutuhan di dunia pariwisata, khususnya Nusa Dua.
“Ini adalah langkah awal yang baik, untuk ke depannya terus dikembangkan pola kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Ia melanjutkan, sejauh ini bahan pangan yang sudah disuplai oleh PDDS Tabanan kepada pihaknya adalah beras Tabanan, yang kemudian dikemas dan dijadikan produk beras brand baru untuk didistribusikan kepada masyarakat maupun pengusaha-pengusaha yang ada di kawasan Nusa Dua.
“Sekarang kita sudah punya brand beras Sangayu yang bahan bakunya di-suplai oleh PDDS Tabanan,” kata Suana.