Sabtu (24/10) sekitar pukul 17.30 Wita, korban Nur Aisyah terlihat mengapung di sekitar Pantai Kelingking. Beberapa warga kemudian memberikan pertolongan. Tetapi setelah berhasil dievakuasi, korban dalam keadaan tidak bernyawa.
"Kami kemudian mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju Pantai Kelingking pukul 18.40 Wita. Namun karena ombak besar menyulitkan proses evakuasi, maka diputuskan untuk evakuasi melalui jalur darat," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada.
Pukul 21.00 Wita, Tim Rescue Basarnas Bali tiba di Pantai Kelingking dan langsung bergabung dengan Tim SAR Gabungan.
"Korban Nur Aisyah baru berhasil dievakuasi ke atas tebing pada Senin (25/10/2021) pukul 00.10 Wita. Selanjutnya korban dibawa menuju ke Rumah Sakit Pratama Nusa Penida," kata Darmada.
Sementara pencarian terhadap Putu Suasta dilanjutkan, Senin (25/10/2021) pagi. Pencariannya masih melibatkan Tim SAR Gabungan. Koordinator unit Siaga SAR Basarnas di Nusa Penida, I Putu Cakra Negara, menerangkan sesuai rencana Operasi Pencarian dan Pertolongan (OPP) hari ini, Basarnas mengerahkan satu unit RIB.
"Sorti pertama, kami mengerahkan satu unit RIB bergerak dari sampalan menuju lokasi kejadian, kemudian menyisir lokasi selama tiga jam, hasilnya masih nihil," jelasnya.
Setelah pencarian pada sorti kedua yang berlangsung selama 30 menit, korban ditemukan dalam posisi mengapung di arah barat lokasi kejadian.
"Saat ditemukan korban, sudah tidak mengenakan pakaian. Korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Banjar Nyuh dan dibawa menuju Rumah Sakit Pratama, Nusa Penida menggunakan ambulans," tutupnya.