Orang sedang melakukan aktivitas rafting di Sungai Telaga Waja. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Wisata rafting di Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang menerapkan sistem buka-tutup. Aliran sungainya cukup deras, sehingga belum cocok untuk melaksanakan aktivitas rafting di sini. Pengusaha Rafting Sungai Telaga Waja, Made Agus Kertiana, mengungkapkan sistem buka-tutup diterapkan sejak 9 Februari 2025. Sebab kawasan ini hujan deras disertai angin kencang.
"Paginya sempat buka, setelah itu tutup," kata Kertiana, Senin (10/2/2025).
Termasuk Senin ini, aktivitas rafting ditutup karena hujan tidak kunjung reda. Wisatawan dari Timur Tengah yang sudah booking terpaksa membatalkannya. Ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama sisir Sungai Telaga Waja.
"Tadi ada 20 wisatawan mancanegara terpaksa di-cancel. Hujan tidak kunjung reda dan angin cukup kencang. Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan," jelasnya.