Warga Miskin Masih Jadi Sorotan, Pemkab Klungkung Gelar Bedah Desa

Di tengah mewahnya pariwisata, masih banyak warga miskin

Klungkung, IDN Times - Pemkab Klungkung kembali menggelar program Bedah Desa. Bedah desa kali ini dipusatkan di Desa Tusan dan Desa Banjarangkan, Klungkung. Kegiatan ini untuk menginventarisasi segala permasalahan di setiap desa wilayah Klungkung. Permasalahan apa saja yang masih ditemui di desa tersebut?

1. Warga miskin masih menjadi sorotan

Warga Miskin Masih Jadi Sorotan, Pemkab Klungkung Gelar Bedah DesaDok.IDN Times/Istimewa

Baca Juga: 16 Sulinggih Perempuan Bahas Sarana Upacara Kuno di Klungkung

Seperti bedah desa sebelumnya, masalah kemiskinan masih menjadi sorotan dari Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Di kedua desa tersebut, Suwirta berkunjung ke rumah-rumah keluarga miskin.

Menurutnya, penuntasan kemiskinan di Klungkung dapat dilakukan dengan sistem diskresi. Sehingga penyaluran/pemberian bantuan tidak begitu ribet.

Menurut Bupati, menuntaskan kemiskinan itu bisa dituntaskan lebih cepat. Dengan konsep Diskresi, nantinya pemberian bantuan kepada warga kurang mampu tidak terlalu kaku dengan aturan-aturan yang berlaku.

"Saat bedah desa ini, langkah awal biasanya kita beri penanganan jangka pendek atau memberi bantuan langsung yang sifatnya kebutuhan mendesak. Seperti bantuan sambungan listrik atau air bagi warga kurang mampu namun memiliki rumah, atau pemberian bantuan kursi roda dan tongkat ketiak, alat dengar dan lainnya bagi disabilitas," ujar Suwirta, Minggu (21/10).

2. Kepala Desa segera mengirim data warga kurang mampu

Warga Miskin Masih Jadi Sorotan, Pemkab Klungkung Gelar Bedah Desaunsplash.com/rawpixel

Suwirta juga meminta Kepala Desa, sebelum bulan Februari 2019 agar sudah mengirimkan data warga kurang mampu. Termasuk yang membutuhkan rehab atau bedah rumah. Sehingga dapat diketahui kebutuhan dana untuk menuntaskan kemiskinan atau warga miskin yang bisa diberdayakan.

"Sehingga kita di tahun 2020 nanti, sudah tidak lagi berkutat dengan masalah bedah rumah. Kita sudah bisa fokus ke pemerdayaan," tegas Suwirta.

Nantinya, semua data tersebut akan dimasukkan ke dalam satu aplikasi. Di mana nantinya pengentasan kemiskinan atau warga miskin yang bisa diberdayakan akan diketahui lebih cepat. Sehingga ke depan, dana yang dikeluarkan lebih efesien dan sebanding dengan angka pengentasan atau penurunan kemiskinan.

"Nanti yang kita bantu adalah orang miskin permanen. Sementara yang produktif, bisa kita perdayakan. Misal anak yang berangkat ke pesiar, atau orangtuanya bisa kita berikan pelatihan keterampilan yang kompeten," ungkapnya.

3. Tapal batas Kabupaten kurang terawat

Warga Miskin Masih Jadi Sorotan, Pemkab Klungkung Gelar Bedah DesaDok.IDN Times/Istimewa

Baca Juga: Jokowi Anggarkan Dana Desa Rp70 Triliun Tahun Depan

Saat melakukan bedah desa di Desa Tusan, Suwirta juga menyoroti tapal batas kabupaten yang kurang terawat. Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Gianyar, Suwirta meminta agar OPD terkait segera melakukan perencanaan untuk penataan terhadap tapal batas tersebut.

"Tapal batas itu wajah kabupaten kita. Jadi saya minta OPD terkait berkoordinasi, lakukan perencanaan untuk ini," jelasnya.

Selain itu, di bidang pendidikan, Suwirta meminta perbekel melakukan pendataan apa yang diperlukan pihak sekolah. Sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya