Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Pantai Monggalan Klungkung Masih Menunggu Relokasi
Warga terdampak abrasi parah Pantai Monggalan. (Dok.IDN Times/istimewa)

  • Rencana relokasi warga terdampak abrasi Pantai Monggalan belum terealisasi karena tarik ulur tanggung jawab antar-OPD dan belum adanya kepastian anggaran dari pemerintah daerah.
  • Dinsos Klungkung menyiapkan lahan untuk rumah deret di Desa Sulang, sementara Dinas PUPR hanya membantu desain serta RAB dengan estimasi biaya sekitar Rp97,2 juta per unit.
  • Terdapat 12 KK terdampak abrasi, tujuh di antaranya prioritas relokasi; Pemkab Klungkung berjanji segera memindahkan mereka demi keselamatan dan hunian yang lebih layak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 April 2026

Kepala Dinsos P3A Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, menyatakan lahan untuk pembangunan rumah deret di Desa Sulang sudah siap dan menjadi tanggung jawab Dinas PUPR untuk membangun. Ia juga mengusulkan agar desain rumah dibuat seragam dan menegaskan Dinsos tidak memiliki tenaga teknis.

kini

Sebagian warga terdampak abrasi Pantai Monggalan masih tinggal di penampungan sementara atau menumpang di rumah kerabat karena relokasi belum terealisasi akibat belum ada kepastian anggaran dan pembagian tanggung jawab antar-OPD.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Relokasi warga terdampak abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, belum terlaksana karena belum ada kepastian anggaran dan pembagian tanggung jawab antarorganisasi perangkat daerah.
  • Who?
    Warga terdampak abrasi, Dinas Sosial P3A Klungkung, Dinas PUPR Klungkung, serta Bupati dan Wakil Bupati Klungkung terlibat dalam proses perencanaan relokasi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Lokasi relokasi direncanakan di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu, Desa Sulang.
  • When?
    Pernyataan terakhir disampaikan pada Selasa, 21 April 2026. Hingga saat ini pembangunan rumah deret masih belum dimulai dan menunggu kepastian anggaran.
  • Why?
    Keterlambatan terjadi karena tarik ulur kewenangan antara dinas terkait serta belum adanya kejelasan sumber pendanaan untuk pembangunan rumah deret bagi warga terdampak.
  • How?
    Dinsos telah menyiapkan lahan relokasi sementara PUPR menyusun desain dan RAB sekitar Rp97,2 juta per unit. Namun pelaksanaan fisik masih tertunda hingga keputusan anggaran ditetapkan pemerintah daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pantai Monggalan rusak karena ombak besar, jadi rumah orang di sana hilang. Ada dua belas keluarga yang kena. Tujuh keluarga belum punya tanah dan masih numpang di rumah saudara atau di tempat sementara. Pemerintah mau buat rumah baru, tapi belum mulai karena uang dan tugasnya belum jelas. Sekarang mereka masih menunggu rumah itu dibangun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun relokasi warga terdampak abrasi di Pantai Monggalan belum terealisasi, artikel ini menunjukkan adanya langkah konkret dan komitmen dari berbagai pihak. Lahan untuk rumah deret telah disiapkan, desain serta RAB sudah dirancang secara seragam agar lingkungan tampak rapi, dan pemerintah daerah menegaskan prioritas pada keselamatan serta hunian layak bagi warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times – Nasib warga terdampak abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung masih belum jelas.

Rencana pembangunan rumah deret dari pemerintah daerah (pemda) sampai sekarang belum terealisasi, lantaran belum ada kepastian anggaran dan munculnya tarik ulur tanggung jawab antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Kondisi ini membuat sebagian warga masih bertahan di tempat penampungan sementara, bahkan ada yang menumpang di rumah kerabat.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, menyebutkan pihaknya hanya bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah deret di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu, Desa Sulang.

Menurutnya, urusan pembangunan fisik sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Lahan sudah siap dan bisa dibangun untuk warga Kusamba. Tapi pembangunan itu di PU, kami hanya menyiapkan lahannya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

1. Lahan masih memungkinkan dibangun rumah deret

Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Ia menambahkan, lahan yang tersedia masih memungkinkan untuk pembangunan unit tambahan. Pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Klungkung, I Made Satria; dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, agar desain rumah dibuat seragam dengan bangunan yang sudah ada.

“Supaya terlihat rapi seperti perkampungan, sekaligus bisa jadi pilot project ke depan,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan Dinsos tidak memiliki tenaga teknis untuk pembangunan.

Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, mengungkapkan terdapat 12 kepala keluarga (KK) terdampak abrasi. Dari jumlah tersebut, tujuh keluarga tidak memiliki lahan dan menjadi prioritas relokasi ke rumah deret.

“Saat ini mereka masih ada yang menumpang di rumah kerabat," jelasnya.

2. PUPR sebut hanya membantu desain dan RAB

Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara, Kepala Dinas PUPR Klungkung, Made Jati Laksana, menyatakan pihaknya hanya diminta membantu pada tahap perencanaan. PUPR telah menyiapkan desain serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), dengan estimasi biaya sekitar Rp97,2 juta per unit rumah.

“Kami diminta bantu desain dan RAB. Untuk pelaksanaan kemungkinan di Dinsos, termasuk anggarannya,” ungkapnya.

Dalam perencanaan awal, terdapat tujuh unit rumah yang disiapkan. Desainnya pun dibuat seragam dengan rumah deret yang sudah ada untuk menghindari kecemburuan sosial.

3. Pemkab Klungkung katanya akan merelokasi warga

Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, sebelumnya menjanjikan pemda akan segera merelokasi warga terdampak abrasi. Menurutnya, kondisi di Pantai Monggalan sudah cukup parah, sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Kami ingin warga segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar memiliki hunian yang layak,” katanya.

Editorial Team