ilustrasi bunga koperasi (freepik.com/rawpixel.com)
Para anggota menaruh dana ke Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia dengan imbalan bunga investasi hingga 5 persen per bulan, tergantung jangka waktu yang disepakati. Mereka juga merasa yakin karena adanya surat perjanjian.
Salah satu anggota koperasi, I Ketut Semiun, warga Banjar Cica, Desa Abianbase, Kecamatan Abiansemal, Badung, mengaku mulai berinvestasi sejak November 2024. Awalnya, investasi berjalan lancar. Ia menanam modal di koperasi yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri ini Rp8 juta dan Rp30 juta.
"Awalnya pembayaran bunga beserta pokok yang dijanjikan berjalan lancar. Karena itu, saya tambah lagi sampai Rp100 juta. Sempat bunganya cair sekali, setelah itu macet," katanya.
Keluhan serupa disampaikan I Made Ardana asal Denpasar. Ia mengaku menanamkan dana hingga Rp285 juta dan sempat menerima pembayaran bunga selama empat bulan. Sistem yang ditawarkan dinilai meyakinkan karena disebut sesuai dengan pola perkoperasian.
Ia menyebut bunga yang dijanjikan sebesar 5 persen dari pokok investasi. Namun, setelah pembayaran macet, alasan yang diterima dari pengelola karena usaha masih beroperasi. Ardana juga menduga dana yang dihimpun dikelola di luar aktivitas koperasi.