Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Uang Panas yang Sebaiknya Tidak Kamu Gunakan Investasi
Ilustrasi uang Rp80 ribu(IDN Times/Ayu Afria)
  • Investasi sebaiknya menggunakan uang dingin atau dana nganggur jangka panjang, bukan dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan mendesak maupun rutin.
  • Dana darurat, dana kebutuhan rumah tangga, dan dana arisan tidak dianjurkan untuk investasi karena berisiko mengganggu kebutuhan penting serta memicu kesulitan keuangan.
  • Dana pinjaman dan hasil gadai barang juga sebaiknya tidak dipakai berinvestasi karena bunga, kewajiban pelunasan, dan potensi kerugian dapat memperbesar risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima jenis dana yang dinilai tidak tepat digunakan untuk investasi adalah dana darurat, dana pinjaman, dana kebutuhan rumah tangga, dana arisan, dan dana hasil gadai barang.
  • Who?
    Masyarakat atau calon investor yang berencana menanamkan dana pada emas, properti, reksadana, saham, atau instrumen investasi lainnya.
  • Where?
    Situasi ini berkaitan dengan kegiatan investasi, termasuk investasi di pasar modal dan saham; lokasi geografis spesifik per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Peringatan ini berlaku ketika seseorang hendak menggunakan dana untuk investasi, terutama saat dana tersebut masih diperlukan bagi kebutuhan mendesak atau kewajiban pembayaran.
  • Why?
    Dana tersebut berisiko dibutuhkan sewaktu-waktu, memiliki beban bunga, atau merupakan milik kebutuhan dan kewajiban lain, sementara keuntungan investasi tidak dijamin.
  • How?
    Investasi dianjurkan menggunakan uang dingin atau dana menganggur untuk jangka panjang, bukan dana darurat, pinjaman, belanja rumah tangga, arisan, maupun hasil gadai barang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mau investasi, jangan pakai uang untuk keadaan darurat, uang pinjaman, uang belanja rumah, uang arisan, atau uang dari menggadaikan barang. Uang itu bisa dibutuhkan cepat. Investasi juga tidak selalu untung. Pakai uang yang sedang tidak dipakai supaya tidak bingung kalau ada kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menekankan bahwa investasi yang sehat berawal dari disiplin membedakan dana untuk kebutuhan mendesak, kewajiban rumah tangga, dan tujuan jangka panjang. Dengan menjaga dana darurat serta menghindari pinjaman, arisan, dan hasil gadai sebagai modal, seseorang dapat mengurangi tekanan finansial dan menempatkan investasi secara lebih bijak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investasi adalah cara terbaik untuk mencapai berbagai macam tujuan keuangan. Ada yang menabung emas, membeli properti, investasi reksadana maupun saham.

Namun banyak juga yang masih salah kaprah tentang terminologi investasi dan mengharapkan bisa kaya mendadak. Jika ingin berinvestasi, maka harus memakai ‘uang dingin’ atau dana nganggur yang tidak dipakai dalam jangka panjang.

Berikut lima jenis 'uang panas' yang tidak boleh dipakai investasi. Catat ya!

1. Dana darurat

unsplash.com/Travis Essinger

Menggunakan dana darurat untuk berinvestasi sudah jelas merupakan kesalahan besar. Dana darurat dikhususkan untuk kebutuhan darurat yang bisa datang sewaktu-waktu. Jika dana darurat dipakai untuk investasi, maka ketika sesuatu yang mendadak terjadi, kamu akan kebingungan karena tidak memiliki dana lagi.

Daripada berspekulasi mendapatkan cuan yang besar, lebih baik meminimalisir risiko dengan tidak menggunakan dana darurat untuk investasi.

2. Dana pinjaman online atau offline

ilustrasi uang dan kalkulator (unsplash.com/@jakubzerdzicki)

Meminjam uang secara online atau meminjam ke orang lain secara langsung juga tidak dibenarkan. Sudah tentu ada bunga yang akan dibayarkan ketika kamu meminjam dana kepada pihak lain. Biasanya bunga tersebut cukup besar tergantung pada tempo pelunasan dan besarnya uang yang dipinjam.

Ketika uang tersebut diinvestasikan misalkan di pasar modal, maka risikonya pasti akan tinggi. Selain itu tidak ada jaminan bahwa kamu akan selalu untung. Maka jangan coba-coba menggunakan dana pinjaman untuk investasi kalau tidak mau rugi dua kali.

3. Dana kebutuhan rumah tangga

unsplash.com/Sharon Mccutcheo

Dari namanya saja sudah dapat dilihat bahwa dana ini termasuk ‘uang panas’. Artinya, dana ini adalah dana yang aktif digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga (uang belanja, uang bayar tagihan, uang sekolah anak dan sebagainya).

Jangan sampai kamu kewalahan memenuhi kebutuhan tersebut hanya karena uangnya kamu gunakan untuk berinvestasi. Sudah jelas salah dan akan menyusahkanmu ke depannya. Lebih baik pikirkan lagi kalau kamu tidak mau ‘gali lubang tutup lubang’ hanya karena investasi.

4. Dana arisan

unsplash.com/Micheile Henderson

Pemberitaan orang yang berinvestasi menggunakan uang arisan kerap terjadi di Indonesia. Uang arisan dipinjam sementara untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham. Namun berujung pada kerugian hingga kehilangan dana cukup besar.

Sudah jelas modal berinvestasinya salah karena bukan menggunakan ‘uang dingin’. Ditambah minimnya ilmu di bidang saham menjadi paket lengkap kegagalan dalam investasi.

5. Dana hasil gadai barang

unsplash.com/Michael Longmire

Melihat banyaknya yang ramai berinvestasi di dunia saham membuat sebagian orang tertarik ingin bergabung. Alhasil, dirinya pun menggadai beberapa barang berharga untuk bisa berinvestasi saham. Baik itu dengan jaminan surat berharga, emas hingga sertifikat rumah.

Padahal investasi itu bertujuan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Bagaimana bisa mendapatkan tujuan keuangan jika menggadaikan hal-hal berharga yang kamu miliki sekarang?

Itulah lima jenis dana yang tidak boleh kamu gunakan untuk berinvestasi. Selain tinggi akan risiko, menggunakan dana tersebut tidak menjanjikan cuan dalam waktu singkat. Jadi, lebih bijak lagi dalam berinvestasi ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorSire

Related Article