ilustrasi makanan tinggi serat (flickr.com/Formulate Health)
Koni mengungkapkan secara umum untuk merawat pasien Alzheimer tidak jauh berbeda dengan merawat orangtua. Hanya saja jika penderita berusia lansia dan disertai pikun, maka perawat harus lebih ekstra untuk menyiapkan komposisi makanan. Misalnya dengan menambahkan lebih banyak serat sehingga saat Buang Air Besar (BAB) menjadi lancar.
"Kebutuhan dasar itu ya paling makan. Jadi makan kami yang benar-benar menyiapkan. Memang harus ada seratnya biar gampang ke belakang. Nggak boleh terlalu pedas biar nggak diare. Kalau harus mau ngasih susu, ya silakan menjaga tidak diare," jelasnya dikutip dari YouTube IDN Times yang berjudul Wawanvara Khusus – Kisah Ria Konitri 15 Tahun Rawat Mertua Penderita Alzheimer di Bali.
Dalam pemberian makanan, perawat harus menunggu sampai makanan benar-benar segera dihabiskan. Apabila kesulitan, maka bisa membantu menyuapinya. Selain itu, juga penting menjaga gigi pasien agar tetap bersih sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi.