Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Aman Kerja ke Luar Negeri untuk Warga Tabanan, Bebas Penipuan
Ilustrasi pekerja migran (unsplash.com/Lennard Kollossa)
  • Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Tabanan mengimbau warga mencari lowongan kerja luar negeri lewat situs resmi Siskop2PMI agar terhindar dari penipuan dan biaya tidak masuk akal.
  • Pada tahun 2025 tercatat 1.179 warga Tabanan bekerja di luar negeri, dengan tujuan utama Turki, Bulgaria, dan Italia; sementara awal 2026 sudah ada 175 pekerja tercatat.
  • Seorang warga Tabanan membagikan pengalaman anaknya yang berangkat kerja ke luar negeri melalui agen resmi dengan total biaya sekitar Rp50 juta untuk proses pelatihan hingga keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sosialisasi cara aman bagi warga Tabanan yang ingin bekerja di luar negeri agar terhindar dari penipuan, dengan memanfaatkan situs resmi Siskop2MI milik BP2MI untuk mencari lowongan kerja terpercaya.
  • Who?
    I Gede Ekananda Hartika dari Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, serta warga seperti Ni Putu Parisani yang memiliki anak bekerja di luar negeri.
  • Where?
    Kegiatan dan keterangan berlangsung di Kabupaten Tabanan, Bali. Pekerja migran asal daerah ini tersebar di berbagai negara seperti Turki, Italia, Bulgaria, dan Selandia Baru.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 5 Maret 2026. Data pekerja migran mencakup periode tahun 2025 hingga awal 2026.
  • Why?
  • How?
    Pencari kerja diarahkan mengakses laman resmi Siskop2MI untuk mendapatkan lowongan aman dengan biaya keberangkatan wajar sekitar Rp35–40 juta serta melalui proses wawancara dan pelatihan sebelum berangkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times -Generasi muda Bali khususnya di Kabupaten Tabanan saat ini banyak yang melirik kerja ke luar negeri. Namun jika tidak berhati-hati, pencari kerja bisa saja terkena tipu para pihak yang menjanjikan kerja ke luar negeri dengan biaya tertentu.

Pengantar Kerja Ahli Muda Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, I Gede Ekananda Hartika, mengatakan ada cara mencari lowongan pekerjaan di luar negeri yang dipastikan aman dan bisa dipercaya.

Pencari kerja cukup mengakses https://siskop2mi.bp2mi.go.id. Laman tersebut mencantumkan lowongan pekerjaan ke luar negeri.

"Lowongan pekerjaan yang tercantum di Siskop2PMI dipastikan aman," ujar Ekananda, Kamis (5/3/2026).

1. Biaya keberangkatan yang dikenakan lebih masuk akal

siskop2mi

Menurut Ekananda, berangkat ke luar negeri untuk bekerja tentu ada biaya. Begitu juga pekerjaan yang tertera di Siskop2PMI ini. Hanya saja biayanya lebih masuk akal, dan terkadang mendapatkan reimbursement dari perusahaannya seperti tiket pesawat.

"Normalnya biaya itu sekitar Rp35-40 jutaan," ujarnya.

Tawaran ini tentuk akan berbeda lain jika mendapatkan pekerjaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Biayanya bisa sampai ratusan juta dan belum bisa dipastikan akan mendapatkan pekerjaannya.

"Sehingga bagi yang ingin kerja di luar negeri tetapi tidak tahu di mana yang aman dan terpercaya, bisa mencari di Siskop2PMI," kata Ekananda.

2. Ribuan warga Tabanan bekerja di luar negeri pada tahun 2025

ilustrasi pekerja migran (unsplash.com/Guilherme Cunha)

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, adapun jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tabanan cukup banyak. Sepanjang 2025, sebanyak 1179 warga Tabanan menjadi PMI dan bekerja di seluruh negara. Namun paling banyak ke Turki, Bulgaria, dan Italia.

Sementara pada tahun 2026 ini, sudah ada 175 PMI asal Tabanan yang tercatat bekerja di luar negeri dengan negara tujuan terbanyak ke Turki, Italia, dan Selandia Baru.

3. Warga Tabanan menghabiskan Rp50 juta untuk berangkat bekerja ke luar negeri

ilustrasi uang (pexels.com/Michael Noel)

Seorang ibu asal Tabanan, Ni Putu Parisani, bercerita anak nomor dua bekerja di luar negeri, dan sudah berangkat untuk ketiga kalinya. Biaya yang dikeluarkan tentu ada, tetapi jelas dan memang dibutuhkan anaknya untuk bisa berangkat.

"Anak saya dapat lowongan ini dari agen resmi di Denpasar. Ia menjalani wawancara dulu. Setelah lulus wawancara, ia menjalani pelatihan, dan untuk ini butuh biaya sekitar Rp45 juta. Setelahnya baru mengurus Visa hingga medical checkup dan akhirnya berangkat. Total untuk ini Rp50 jutaan," kata Parisani.

Sementara untuk keberangkatan kedua dan ketiga, menurut Parisani biaya yang dikeluarkan tidak sebesar keberangkatan pertama.

"Biaya yang dikeluarkan itu medical checkup dan perpajangan Visa. Kurang lebih Rp5 jutaanlah," katanya.

Parisani mengatakan, saat ini anaknya bekerja di kapal pesiar dan sedang berada di wilayah Prancis.

"Dari laporannya terakhir lewat WA (WhatsApp) katanya aman sih di sana," ujarnya.

Editorial Team