Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tidak Ada Dana, Karangasem Tidak Menggelar Lomba Ogoh-Ogoh
Ogoh-ogoh Bibi Anu. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)
  • Pemerintah Kabupaten Karangasem memastikan tidak menggelar lomba ogoh-ogoh tahun 2026 karena keterbatasan anggaran daerah

  • Lomba ogoh-ogoh di Karangasem biasanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali

  • Meski tanpa lomba resmi, Disbudpar mendorong desa adat mendukung kreativitas sekaa teruna-teruni melalui dana hibah

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Karangasem dipastikan tidak menggelar lomba ogoh-ogoh pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran daerah.
  • Who?
    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, menyampaikan keputusan tersebut mewakili pemerintah kabupaten.
  • Where?
    Kegiatan ini berkaitan dengan wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang sebelumnya mengikuti fasilitasi dari Pemerintah Provinsi Bali.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis sore, 19 Februari 2026, menjelang persiapan perayaan Nyepi tahun tersebut.
  • Why?
    Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama belum dapat dialokasikannya dana untuk penyelenggaraan lomba ogoh-ogoh tahun ini.
  • How?
    Pemerintah daerah menginstruksikan Desa Adat agar menggunakan sebagian dana hibah tahunan untuk mendukung kreativitas sekaa teruna-teruni dalam pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Kabupaten Karangasem kembali dipastikan tak menggelar lomba ogoh-ogoh pada 2026. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum terselenggaranya ajang kreativitas anak muda tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, mengatakan hingga tahun ini pihaknya belum bisa mengalokasikan dana untuk lomba ogoh-ogoh.

“Untuk tahun ini, kami belum bisa menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh karena keterbatasan anggaran yang ada,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

1. Selama ini lomba digelar Pemprov Bali

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Surya Artha menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem memang belum pernah secara mandiri mengadakan lomba ogoh-ogoh. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kebudayaan. Karena itu, ketika tidak ada dukungan dari tingkat provinsi, lomba ogoh-ogoh pun tidak terselenggara di tingkat kabupaten.

2. Tetap dukung kreativitas sekaa teruna-teruni

Ogoh-ogoh Sang Hidimbaka Jembawan, ST Suralaga, Banjar Wangaya Kelod, saat beraksi di Catur Muka. (Instagram.com/st_suralaga)

Meski tanpa lomba, Disbudpar Karangasem tetap mendorong kreativitas generasi muda. Pihaknya telah menginstruksikan desa adat agar sebagian dana hibah tahunan bisa dialokasikan untuk mendukung kegiatan sekaa teruna-teruni, termasuk pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar.

Dengan begitu, anak-anak muda tetap dapat berkreasi dan menampilkan karya mereka pada malam pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

3. Berharap bisa digelar tahun depan

Ogoh-ogoh Metangi Sang Hidimbaka Jembawan. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Surya Artha berharap, jika kondisi anggaran memungkinkan, lomba ogoh-ogoh dapat direalisasikan pada tahun depan. Ia berharap ajang tersebut nantinya bisa menjadi ruang generasi muda Karangasem untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus melestarikan tradisi Bali.

“Tapi untuk tahun depan, kami telah merancang jika seandainya anggaran memungkinkan kami berencana menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh,” katanya.

Editorial Team