Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
korban longsor bangli.jpeg
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah korban longsor di Bangli pada pukul 17.00 WITA. (Dok. BPBD Bangli)

Intinya sih...

  • Nyoman Buda ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Bangli

  • Korban adalah pembeli bambu yang ikut memotong dan memilah bambu sejak 3 pekan lalu

  • Pencarian korban terkendala medan lokasi kejadian yang terjal, melibatkan alat berat dan dua ekor anjing K-9

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bangli, IDN Times - Korban hilang tertimbun longsor di tebing aliran Tukad (Sungai) Kuyang, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli bernama Nyoman Buda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (14/2/2026). Tubuh Nyoman Buda tertimbun material longsor setinggi 4 meter dari dasar sungai. 

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadak Kebakaran (BPBD-Damkar) Bangli, Agus Sutapa menjelaskan, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA. “Korban dapat ditemukan dengan posisi tertimbun di sekitar pondok darurat yang dibangun tidak jauh dari posisi korban juga ditemukan sepeda motor bebek yang ditengarai milik korban,” jelas Sutapa pada Sabtu (14/2/2026).

Korban adalah pembeli bambu yang ikut memotong dan memilah bambu

Sepeda motor korban yang turut tertimbun material longsor Sungai Kuyang, Kecamatan Kintamani, Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Sutapa menjelaskan, Nyoman Buda merupakan pembeli bambu dan saat kejadian, dia tengah memilih dan meminta pengangkut bambu (Adit dan Wayan Dauh) mencari dan mengangkut bambu. Ketiganya telah mencari bambu yang tumbuh di sekitar area Sungai Kuyang itu sejak 3 pekan lalu. 

Korban hilang sejak Jumat (13/2/2026) dan ditemukan saat pencarian kedua pada Sabtu (14/2/2026). Kemarin, petugas sempat terkendala hujan dan risiko longsor susulan. Pencarian korban dilanjutkan hari ini, petugas dan warga sekitar kembali menyisir hilangnya korban di lokasi kejadian.

“Petugas mulai melakukan operasi pada pukul 09.00 WITA dengan proses niskala (tidak terlihat-dengan ritual) di lokasi kejadian kemudian upaya pencarian dengan alat manual sambil menunggu kedatangan alat berat,” papar Sutapa.

Petugas terkendala medan lokasi kejadian yang terjal

Kondisi tanah longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Bangli sempat mengerahkan alat berat berupa ekskavator, pada pencarian hari kedua. Pencarian korban juga melibatkan dua ekor anjing (K-9) milik Polda Bali, namun upaya pencarian sampai tengah hari belum membuahkan hasil.

Sutapa mengatakan, tidak mudah mengerahkan alat berat di titik lokasi kejadian. Alat berat berada di lokasi kejadian sekitar pukul 13.30 WITA. Namun, upaya manuver menuju ke lokasi kejadian tidaklah mudah. “Karena sempit dan terjalnya akses jalan berupa muara sungai sehingga menghambat laju alat berat karena harus dilakukan upaya buka akses jalan terlebih dahulu,” ujar Sutapa pada Sabtu (14/2/2026).

Korban ditemukan pada sore hari

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah korban longsor di Bangli pada pukul 17.00 WITA. (Dok. BPBD Bangli)

Terhitung delapan jam sejak pencarian hari kedua, sekitar pukul 17.00 WITA petugas gabungan menemukan jenazah korban dengan posisi tertimbun di sekitar pondok darurat. Titik tersebut berada sekitar 10 meter ke timur dari posisi korban memotong dan memilah bambu.

Jenazah korban dilakukan proses identifikasi, atas persetujuan pihak keluarga jenazah korban dibawa ke rumah duka. “Rencana proses pemulasaran almarhum akan dilakukan setelah kedua anaknya tiba dari luar Negeri,” imbuh Sutapa.

Pencarian dan evakuasi korban melibatkan berbagai unsur pencarian dan penyelamatan di Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali.

Editorial Team