Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polres Bandara
Tersangka penghasutan di Bandara Ngurah Rai Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • MR menjadi tersangka penghasutan pengeroyokan petugas Avsec

  • MR menghasut melalui pesan suara ke grup WA dan mengaku aksi dilakukan secara spontanitas

  • Korban mengalami sejumlah luka karena dikeroyok oleh enam pelaku yang berhasil diamankan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times – Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai menetapkan MR (55) menjadi tersangka penghasutan pengeroyokan petugas Avsec. Selain itu, MR juga sudah ditahan di rutan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (27/8/2025).

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana mengatakan, tersangka MR telah memenuhi unsur pasal penghasutan sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUHP. "Tersangka MR diancam pidana penjara paling lama 6 tahun," ungkapnya pada Jumat (29/8/2025).

1. MR menghasut melalui pesan suara ke grup WA

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Ipda I Gede Suka Artana, Satuan Reserse Kriminal sebelumnya kepolisian telah menahan 6 tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap petugas Avsec Angkasa Pura yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.

Dari hasil pemeriksaan, pengeroyokan tersebut dipicu oleh hasutan MR yang disampaikan lewat pesan suara pada Jumat (22/8/2025) sekitar pukul 23.42 Wita.

"Tersangka MR mengirimkan pesan suara (voice note) ke grup WhatsApp LJ. Isi pesan tersebut berupa instruksi dan ajakan kepada para driver untuk berkumpul di Lounge taxi online pada Sabtu dini hari, disertai dengan nada provokatif," terangnya.

2. MR mengaku aksi mengumpulkan driver dilakukan secara spontanitas

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Kepada polisi, tersangka MR mengaku mengumpulkan driver dilakukan secara spontanitas setelah keluhan para driver LJ mengenai hilangnya layanan aplikasi tidak mendapat jawaban dari pihak terkait. "Dalam pemeriksaan, MR mengakui dia yang mengirimkan voice note bernada provokasi tersebut," terangnya.

Esok harinya, Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 00.10 WITA, MR datang ke lokasi bersama puluhan driver. Kehadirannya memicu ketegangan setelah terjadi adu argumen dengan pihak karyawan taxi online terkait sistem aplikasi yang dianggap bermasalah sehingga terjadi keributan yang tidak terkendali dan mengakibatkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

3. Korban mengalami sejumlah luka karena dikeroyok

Pelaku pengeroyokan di area bandara (IDN Times/Ayu Afria)

Akibat pengeroyokan itu, dua petugas keamanan mengalami luka-luka. Korban pertama, Kadek PP (33) asal Gianyar mengalami luka memar di pipi kiri dan bahu. Korban kedua, Kadek AK (27) asal Kuta dengan luka gores di dada dan memar di wajah.

Adapun enam pelaku yang berhasil diamankan diantaranya IT (26) dan ATN (29) asal Kecamatan Kuta Utara, MLS (28), AIS (25), TN (20) dan MIW (26) asal Tuban, Kecamatan Kuta. Satuan Reskrim juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat kejadian, cincin perak, topi biru, dan sepasang sepatu putih.

Editorial Team