Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teka-Teki Potongan Tubuh Manusia di Pantai Ketewel, Tato Jadi Sorotan
Penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel (Dok.IDN Times/istimewa)

Denpasar, IDN Times - Tindak lanjut temuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian rumah sakit. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kombespol Ariasandy, mengatakan potongan tubuh yang ditemukan juga akan diambil sampel untuk autopsi dan pemeriksaan DNA oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Bali dan Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Bali.

"Kami mencari dan mencocokkan dengan sampel korban-korban yang dinyatakan hilang. Sampai saat ini kami melakukan penyelidikan itu supaya bisa menentukan korban dari mana, dan berasal dari mana gitu," ungkapnya.

Meski baru dugaan, Polda Bali juga akan membuka peluang pencocokan DNA dengan satu korban penculikan asal Ukraina berinisial IK. Ia dilaporkan diculik pada Minggu (15/2/2026) di Jimbaran kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan.

Ariasandy tidak menampik adanya dugaan kemiripan tato antara potongan tubuh dengan tato di tubuh IK. Namun hal ini baru bisa dipastikan keakuratannya dengan mengedepankan hasil analisis forensik, atau sisi scientific investigation.

Dalam potongan tubuh yang ditemukan juga disertai ciri khusus tato yakni simbol religius (Bunda Maria) dan simbol waktu pada potongan lengan dan bahu (menyerupai jam dan angka Romawi).

"Ya termasuk salah satunya itu ya. Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga, mengambil sampel DNA kita cocokkan dengan penemuan mayat ini apakah cocok atau tidak," ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, dr Nola Margaret Gunawan, mengatakan pemeriksaan lanjutan terhadap potongan tubuh tersebut belum dilakukan, mengingat pihaknya baru menerima jenazah sekitar pukul 16.00 Wita di hari penemuan. Potongan tersebut diantar langsung oleh Polsek Sukawati.

Dari sekilas pengamatan, Nola menyampaikan kondisi potongan sudah membusuk lanjut dengan perkiraan telah meninggal sudah lebih dari 3 hari.

"Identifikasi visual ya tidak dimungkinkan lagi. Jadi untuk tahu kewarganegaraannya ya harus DNA, yang menunjukkan dia siapa dan bisa dilacak," terangnya.

Hingga hari ini, pihak rumah sakit masih berkoordinasi lebih detail dengan pihak kepolisian untuk langkah selanjutnya. Autopsi akan dilakukan jika pihak kepolisian telah mengirimkan surat permintaan tindakan tersebut. Selebihnya, Nola belum bisa menyampaikan karena perkara ini masih dalam penyelidikan.

Editorial Team