Tari Kreasi Hyang Aji Segara (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Meskipun ada gempuran tarian modern, misalnya KPop, Sudarma menilai generasi muda zaman sekarang masih tetap meminati kesenian tradisional, khususnya di Bali. Hal ini bisa dijumpai dalam upacara keagamaan di Bali. Menurutnya, kesenian di Bali sangat berkaitan dengan upacara agama, adat istiadat, serta berkaitan dengan sektor pariwisata.
Namun generasi muda Bali juga terbuka dengan perkembangan zaman. Antara tradisi dan kebaharuan di Bali selalu berkembang seiring berjalannya waktu.
"Dasar tari tradisi Bali sangatlah kental di setiap generasi. Sehingga banyak tercipta karya-karya dengan inovasi baru, namun tetap membawa roh atau taksu Bali. Hal tersebut didasari atas warisan pakem yang begitu kuat, salah satunya penjiwaan gerak maupun tatuek ekspresi," jelas Sudarma.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan Sudarma, seniman di Bali masih banyak yang mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat melalui fasilitas dan ruang berkreasi. Misalnya PKB dan Bali Jani. Begitu juga dengan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Tabanan. Setiap generasi muda diberikan ruang untuk berkreativitas. Misalnya Pesta Rakyat yang dilakukan setiap tahun di masing-masing kecamatan dalam rangka HUT Kota Tabanan.
"Dalam rangka persiapan PKB, sejauh ini juga banyak melibatkan generasi muda, baik itu sebagai penata tari atau karawitan, pembina, dan pelaku atau pemain," katanya.