Denpasar, IDN Times - Banjir Bali pada 10 September 2025, menuai berbagai sorotan tentang penanganan dan sistem peringatan dini banjir di Bali. Berdasarkan pemberitaan IDN Times sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Gede Teja menyampaikan Bali belum memiliki sistem peringatan dini bencana atau early warning system (EWS) banjir.
“Ya itu belum. Untuk warning luapan sungai, BWS punya tanggung jawab itu, tapi belum bisa juga dia,” kata Teja saat dihubungi pada Minggu (14/12/2025).
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Gunawan Suntoro mengatakan pemasangan alat EWS di Bali akan dilaksanakan antara tahun 2026 atau 2027. Menurutnya, pemasangan EWS harus tepat sasaran dan penuh perencanaan matang.
“Secara menyeluruh akan dilakukan perencanaan terlebih dahulu dan harapannya tahun 2026 akhir atau 2027 sudah dapat terpasang,” imbuhnya.
Bagaimana tantangan Bali menyiapkan alat dan sistem peringatan dini bencana banjir? Berikut penjelasan dari peneliti.
