Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa Mual-Muntah, Penerimaan MBG Ditunda
Ruangan SDN 3 Banjar Jawa. (Facebook.com/SDN 3 Banjar Jawa)
  • Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng, mengalami mual, muntah, dan sakit perut pada waktu berbeda; laporan bertambah dari 6 hingga 8 Oktober 2026.
  • Empat siswa sempat dirawat inap, dengan dua telah pulang. Kondisi seluruh siswa dilaporkan membaik, sementara diagnosis rawat inap mencakup trombosit menurun dan gangguan paru-paru.
  • Penyebab gejala belum dipastikan karena sebagian siswa tidak mengonsumsi MBG. Sekolah berkoordinasi dengan Dinkes dan BPOM, serta menyarankan penghentian sementara MBG selama pemeriksaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Enam belas siswa SDN 3 Banjar Jawa di Kecamatan Buleleng mengalami mual, muntah, dan sebagian sakit perut pada waktu berbeda.
  • Who?
    16 siswa SDN 3 Banjar Jawa terdampak. Kepala sekolah Putu Susila, Dinas Kesehatan Buleleng, dan BPOM terlibat dalam penanganan serta pemeriksaan.
  • Where?
    Kasus terjadi pada siswa SDN 3 Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Sejumlah siswa mendapat penanganan di rumah sakit dan unit gawat darurat.
  • When?
    Gejala pertama dilaporkan pada 6 Oktober 2026. Laporan tambahan muncul pada 7–8 Oktober 2026, sementara kondisi dilaporkan pada 10 Oktober 2026.
  • Why?
    Penyebab mual dan muntah per saat ini masih belum diketahui. Sebagian siswa mengonsumsi MBG, sementara tiga siswa tidak; beberapa siswa juga membawa bekal atau membeli jajanan.
  • How?
    Sekolah berkoordinasi dengan Dinkes Buleleng dan BPOM untuk skrining serta surveilans. Sanitasi dan kantin telah diperiksa, sementara pengujian siswa dan sampel makanan masih menunggu informasi lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buleleng, IDN Times - Sebanyak 16 orang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Buleleng mengalami gejala mual dan muntah di hari yang berbeda.

Kasus pertama dialami oleh anak kepala sekolah SD tersebut. Ia mengalami muntah pada Selasa lalu, 6 September 2026.

"Anak saya sendiri muntah-muntah. Setelah itu minum air hangat, mendingan,” ujar Kepala SDN 3 Banjar Jawa, Putu Susila, kepada IDN Times melalui sambungan telepon, Sabtu (10/10/2026).

Bagaimana kejadian selengkapnya? Baca kronologinya di bawah ini.

1. Laporan siswa mual dan muntah berlanjut hingga 16 orang

ilustrasi mual dan muntah (IDN Times/Novaya Siantita)

Setelah anaknya sendiri mengalami mual-mual dan muntah, muncul laporan lainnya. Sekitar pukul 19.00 Wita, seorang guru SDN 3 Banjar Jawa juga melaporkan anaknya mengalami gejala yang sama hingga dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) pada dini hari.

“Jam 2 malam ada yang muntah dan sakit perut. Anak ini yang tidak konsumsi MBG,” imbuh Susila.

Pihak klinik juga turut menghubungi Susila atas gejala mual dan muntah yang dialami siswa. Pada Rabu (7/10/2026) hingga Kamis (8/10/2026), ada 13 orang siswa yang mengeluhkan hal sama. Mereka mengalami mual, muntah, hingga sakit perut saat jam belajar tengah berlangsung. 

“Banyak yang izin sakit perut. Setelah di rumah sakit, gejala yang muncul berbeda-beda,” kata dia.

2. Ada empat siswa yang dirawat inap, dua di antaranya sudah dipulangkan

Ilustrasi rumah sakit. (IDN Times/Khaerul Anwar)

Susila menjelaskan bahwa kondisi para siswa saat ini telah membaik. Ada empat orang siswa harus rawat inap di rumah sakit, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Anak-anak sudah dalam kondisi baik dari,” kata Susila.

Ia memaparkan hasil diagnosa siswa dirawat inap bervariasi. Ada yang mengalami penurunan trombosit, ada juga yang didiagnosa mengalami gangguan paru-paru. 

3. Penyebab siswa mual dan muntah belum dapat dipastikan

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Penyebab 16 orang siswa SDN 3 Banjar Jawa mengalami mual, muntah, dan sakit perut belum dapat dipastikan. Susila mengatakan sebelum kejadian ini, siswa kelas 1 diimunisasi Senin lalu, 5 Oktober 2026.

Mereka dipulangkan lebih awal untuk meminimalisir efek setelah imunisasi. Sebab keesokan harinya, para siswa harus menjalani ujian bersama.

Sementara itu, dari 16 orang anak, 3 orang tidak mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sisanya, kata Susila termasuk dalam siswa yang acak.

“Tapi 16 orang ini random. Ada yang minta MBG, ada yang tidak mengingat dari gejalanya yang acak. Ada yang Selasa, ada yang Rabu. Ada yang makan (MBG), ada yang tidak,” paparnya.

Ada juga beberapa anak yang membawa bekal dari rumah pada rentang kejadian mual dan muntah itu. Termasuk membeli jajanan di luar sekolah, seperti cilok dan es mambo. 

4. Pihak sekolah tengah berkoordinasi dengan Dinkes Buleleng dan BPOM

ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Saat ini pihak SDN 3 Banjar Jawa Tengah berkoordinasi secara intens dengan Dinkes Buleleng dan BPOM. Tujuannya untuk screening dan surveilance dugaan penyebab mual-muntah anak. 

Pihak Dinkes Buleleng dan BPOM telah melakukan pengecekan langsung ke SDN 3 Banjar Jawa. Pengecekan ini ke bagian sanitasi hingga kantin sekolah. Kata Susila, hasilnya telah sesuai dengan pedoman. 

“Kami ada 608 siswa, maka kalau ada dugaan keracunan pasti itu munculnya di sekolah. Sampel atau kejadiannya itu sedikit dari persentase jumlah kita. Dengan dugaan seperti itu, kami belum berani meyakinkan apa penyebabnya,” paparnya.

Karena tak ada masalah di sanitasi dan kantin sekolah, maka pengecekan lainnya yakni pada SPPG yang menyuplai MBG ke SDN 3 Banjar Jawa.

“Hasil uji lab bagi anak-anak kita dan sampel makanan karena penilaian kemarin, SPPG bukan jangkauan kami ke sana katanya sudah sesuai SOP. Kami sarankan tunda MBG dulu selama kasus ini,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article