Gianyar, IDN Times - Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang dibentuk sejak Januari 2025, rencananya akan selesai Agustus 2025 mendatang bertepatan pada perayaan 80 tahun Republik Indonesia. Ada 100 orang lebih sejarawan dan arkeolog yang dilibatkan dalam penulisan ulang sejarah ini.
Sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong MA mengatakan, ada sederet masalah dari tenggat waktu yang singkat untuk penulisan ulang sejarah. Menurutnya, 100 orang penulis akan menyulitkan proses penulisan dengan 10 judul buku, ditambah waktu yang singkat.
“Pikiran saya sebagai seorang yang belajar sejarah, nulis skripsi dua bulan tidak mungkin,” kata Anhar, pada Minggu (29/6/2025).