Denpasar, IDN Times - Sinar matahari begitu terik di Kota Denpasar, trotoar yang mengelilingi area Setra (makam/kuburan) Badung telah menjadi tempat berteduh pengendara sepeda motor. Entah sejak kapan Setra Badung menjadi area berteduh pengendara sepeda motor, tapi seiring waktu, wilayah itu juga menjadi pangkalan para pedagang kaki lima.
Ada penjual tipat tahu, es kelapa muda, siomay, kopi keliling, hingga buah-buahan. Pedagang dan rimbunnya pepohonan di Setra Badung menjadi magnet tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Ada yang sekadar duduk bermain gawai, ada juga yang menyantap tipat tahu dan melepas dahaga dengan es kelapa muda.
Berdasarkan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar Tahun 2011-2031, luas makam di Kota Denpasar 35,40 hektar atau 0,28 persen. Meskipun tak seluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik lainnya, makam menjadi andalan sebab fungsinya yang tetap, tidak terpengaruh alih fungsi lahan. Berikut informasi selengkapnya.
