Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seruan Bersama Nyepi dan Idul Fitri Tak Berubah, Sepakat Jaga Toleransi
Gubernur Bali, Wayan Koster setelah rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada Rabu, 11 Maret 2026 di Jayasabha, Denpasar (IDN Times/Yuko Utami)

Denpasar, IDN Times - Agenda rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berlangsung secara tertutup di Ruang Rapat Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Rabu (11/3/2026). Agenda tersebut membahas tentang pelaksanaan hari suci Nyepi dan Idul Fitri di Bali tahun 2026, termasuk antisipasi malam takbiran yang berdekatan dengan Nyepi. 

Rapat yang dimulai pukul 15.00 WITA itu berakhir pukul 17.00 WITA. Gubernur Bali, Wayan Koster, turun dari Ruang Rapat Jayasabha telah disambut awak media. Koster hanya menyampaikan bahwa hasil dari pertemuannya dengan berbagai lapisan pemimpin keagamaan di Bali, menyepakati agar Nyepi dan Idul Fitri berjalan dengan khidmat.

“Hasilnya adalah agar perayaan Nyepi dan Idul Fitri berjalan dengan khidmat, nyaman, aman dan kondusif. Semua majelis umat bersepakat seperti itu,” tutur Koster pada Rabu (11/3/2026) di Jayasabha, Denpasar. 

Ia menjelaskan, kesepakatan dalam rapat koordinasi perwakilan FKUB se-Bali telah berjalan dengan baik. Sementara itu, kata Koster tentang malam takbiran menanti keputusan resmi sidang isbat di pusat. Isi seruan bersama tentang pelaksanaan malam takbiran di Bali, kata Koster tidak ada perubahan.

“Saling menghormati satu sama lain, jaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Tadi bersepakat tidak berubah,” tegas Koster.

Melalui rapat itu, dorongan seruan bersama pelaksanaan hari suci Nyepi dan Idul Fitri di Bali difokuskan kepada masing-masing FKUB. 

“Dorongannya adalah oleh masing-masing majelis. Oleh masing-masing majelis. Oleh MUI, oleh Muhammadiyah, oleh NU, oleh Walubi, oleh PGI, KWI, dari Parisadha ke internal masing-masing. Bagaimana agar perayaan ini berjalan dengan khidmat,” papar Koster.

Editorial Team