Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Polda Bali mengungkap 56 kasus premanisme selama Operasi Pekat Agung 2025.
  • Ada 22 tersangka dari kasus premanisme, dengan target operasi mayoritas pelaku kejahatan jalanan.
  • Operasi tersebut melibatkan 715 personel dan menunjukkan wilayah hukum Polda Bali relatif aman dari aksi premanisme.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Selama 8 hari pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2025, Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap 56 kasus aksi premanisme. Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy mengatakan, Operasi Pekat Agung 2025 tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif, terutama dari aksi premanisme. Harapannya iklim investasi di Indonesia khususnya di wilayah Bali tidak terganggunya.

"Pelaku premanisme bisa dilakukan oleh perorangan, kelompok orang, ataupun ormas," terangnya pada Jumat (16/5/2025).

1. Ragam praktik premanisme di wilayah hukum Polda Bali

Ilustrasi begal. (IDN Times/Mardya Shakti)

Lebih lanjut Ariasandy menjelaskan bahwa ada 22 tersangka dari pengungkapan kasus premanisme tersebut. Ada pun korban para pelaku merupakan masyarakat umum, pejalan kaki, pelaku usaha, dan lain-lain.

Operasi itu menyasar semua bentuk premanisme, termasuk kejahatan jalanan. Bentuknya bisa berupa pemalakan, begal, debt collector, perlakuan intimidasi dan menakut-nakuti orang lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan berupa barang maupun uang.

"Dari TO (target operasi) yang berhasil diungkap mayoritas pelaku-pelaku kejahatan jalanan dengan beragam modus yang dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda Bali," kata dia.

2. Kasus premanisme di Bali diklaim relatif rendah dibandingkan wilayah lain

Ilustrasi penjara (IDN Times/Istimewa)

Ariasandy juga menyampaikan, pengungkapan kasus premanisme di wilayah polda lain rata-rata berjumlah di atas dua ratusan kasus. Dengan demikian, menurut dia, pengungkapan Operasi Pekat Polda Bali, relatif sedikit.

Artinya, kata dia, hal itu juga membuktikan wilayah hukum Polda Bali relatif aman, terutama dari aksi premanisme. "Situasi Kamtibmas Bali secara umum masih sangat aman dan kondusif," terangnya.

3. Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk melakukan operasi

Ilustrasi pidana. (IDN Times/Sukma Shakti)

Operasi Pekat Agung 2025 tersebut telah digelar selama 8 hari, mulai 5 Mei 2025. Dalam pelaksanaannya Polda Bali dan jajaran melibatkan 715 personel, terinci 200 personel Polda Bali dan 525 personel dari Polresta serta Polres jajaran.

Kegiatan operasi tersebut menargetkan aksi premanisme dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polda Bali dengan target yang sama, yaitu aksi premanisme.

"Tentunya keamanan Bali tidak terlepas dari dukungan masyarakatnya yang sangat peduli dan sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan," terangnya.

Editorial Team