Antrean membeli BBM di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Polsek Nusa Penida)
APMS Batumulapan: stok Pertamax tercatat 12.300 liter dan Pertalite 9.134 liter. Pasokan tambahan pada hari yang sama mencapai 32.000 liter Pertamax, 8.000 liter Pertalite, serta 8.000 liter Dexlite
APMS Sental: tersedia 25.640 liter Pertamax dan 8.960 liter B40, dengan tambahan pasokan Pertamax sebesar 32.000 liter
SPBU Banjar Nyuh: stok Pertamax mencapai 10.268 liter, Pertalite 16.797 liter, Pertadex 3.097 liter, serta Biosolar 4.812 liter. Pada hari yang sama juga terdapat tambahan suplai 10.000 liter Pertamax dan 8.000 liter Pertalite.
Sementara itu, Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan dermaga II di Pelabuhan Padangbai mengalami kerusakan. Hal ini memengaruhi distribusi logistik dan BBM ke Nusa Penida.
"Saya telah bersurat ke pihak ASDP dan pengelola pelabuhan agar tetap memberikan dua kali trip penyeberangan untuk distribusi logistik dan BBM ke Nusa Penida. Hal ini sudah disetujui," kata Made Satria, Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan pada Kamis (7/5/2026) ini tidak ada lagi antrean panjang warga yang membeli BBM seperti dua hari terakhir. Mei-Agustus merupakan high season di Nusa Penida. Lonjakam kendaraan juga berimbas pada antrean di sejumlah SPBU.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung berkoordinasi dengan pemilik SPBU agar menambah jam operasional. Dari yang awalnya SPBU di Nusa Penida buka dari pukul 08.00 sampai 20.00 Wita, agar diperpanjang hingga pukul 00.00 Wita.
"Ini agar warga bisa mengisi bahan bakar saat malam hari. Sehingga tidak ada antrean sampai kemacetan," jelasnya.
Ia juga meminta pihak pengelola SPBU untuk menambah pasokan BBM ke Nusa Penida selama high season. Mengingat tingginya kebutuhan BBM di kawasan pariwisata tersebut.