Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah Rumah Warga di Mendoyo Rusak Diterjang Angin Kencang
Satu dari beberapa bangunan milik warga di Kecamatan Mendoyo dilaporkan mengalami kerusakan karena dampak angin kencang yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (7/3/2026).(Dok.Istimewa)
  • Hujan deras dan angin kencang melanda Jembrana, Bali, menyebabkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Mendoyo rusak parah pada Jumat malam, terutama di Desa Delod Berawah dan Desa Penyaringan.
  • Tiga rumah di Desa Delod Berawah dan enam rumah di Desa Penyaringan mengalami kerusakan pada atap, dapur, hingga kandang ternak dengan total kerugian mencapai sekitar Rp2,4 juta tanpa korban jiwa.
  • BPBD Jembrana bersama tim gabungan telah turun ke lokasi untuk penanganan cepat serta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jembrana, IDN Times –Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, pada Jumat (6/3/2026) malam. Akibatnya, sejumlah bangunan milik warga di Kecamatan Mendoyo dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari atap rumah yang rontok hingga dapur yang roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Putu Agus Artana, mengonfirmasi ada dua titik lokasi utama yang terdampak cukup parah di Kecamatan Mendoyo, yakni Desa Delod Berawah dan Desa Penyaringan.

1. Tiga rumah di Desa Delod Berawah rusak, warga butuh terpal

Satu dari beberapa bangunan milik warga di Kecamatan Mendoyo dilaporkan mengalami kerusakan karena dampak angin kencang yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (7/3/2026).(Dok.Istimewa)

Bencana pertama dilaporkan terjadi di Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah, sekitar pukul 19.30 WITA. Berdasarkan laporan warga bernama Juni Mulia, angin kencang membuat atap rumah warga porak-poranda.

"Tim TRC Regu III dan Pusdalops sudah melakukan kaji cepat ke lokasi. Hasilnya, ada tiga Kepala Keluarga (KK) yang terdampak," ujar Putu Agus Artana, Sabtu (7/3/2026).

Adapun rincian kerusakan di lokasi ini meliputi rumah I Gede Sugiadnyana mengalami kerusakan pada atap dan sekitar 30biji genting pecah. Bangunan dapur semi permanen milik I Putu Nastar rusak. Sedangkan bangunan milik Ketut Agus Mahardika mengalami kerusakan cukup parah pada atap rumah dengan sekitar 100 biji genting jatuh.

Hingga saat ini, kerugian materiil di lokasi pertama masih dalam pendataan, namun kebutuhan mendesak berupa terpal dan bantuan kebutuhan dasar sangat diperlukan oleh korban.

2. Enam rumah di Desa Penyaringan terdampak, kerugian capai jutaan rupiah

Satu dari beberapa bangunan milik warga di Kecamatan Mendoyo dilaporkan mengalami kerusakan karena dampak angin kencang yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (7/3/2026).(Dok.Istimewa)

Tak berselang lama, sekitar pukul 20.00 WITA, angin kencang juga menyapu Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan. Laporan baru diterima BPBD dari Perbekel setempat pada Sabtu pagi, yang langsung ditindaklanjuti oleh TRC Regu I.

Di lokasi ini, tercatat ada enam warga yang melaporkan kerusakan pada bagian atap rumah, dapur, hingga kandang ternak.

"Total kerugian materiil di Desa Penyaringan diperkirakan mencapai Rp2,4 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," ujar Putu Agus.

3. BPBD imbau warga tetap waspada potensi cuaca ekstrem

Satu dari beberapa bangunan milik warga di Kecamatan Mendoyo dilaporkan mengalami kerusakan karena dampak angin kencang yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (7/3/2026).(Dok.Istimewa)

Proses penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TRC BPBD, pihak desa, Bhabinkamtibmas, hingga Kelian Banjar setempat. Meski cuaca di lokasi saat ini terpantau cerah berawan, BPBD Jembrana meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan mendadak dan angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek kondisi pohon besar di sekitar rumah atau kekuatan struktur atap, mengingat cuaca ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu," katanya.

Editorial Team