Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sampah Terkumpul di Jalur Mudik ke Pelabuhan Gilimanuk Capai 3,5 Ton
Tumpukan sampah di jalur gang pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk,Kabupaten Jembrana, Bali saat arus mudik H-1 Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026).(Dok.Istimewa)
  • Menjelang Idul Fitri 2026, tim kebersihan Gilimanuk berhasil mengumpulkan 3,5 ton sampah dari jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk yang didominasi limbah plastik dan sisa makanan.
  • Lurah Gilimanuk menyebut volume sampah kemungkinan bertambah karena arus kendaraan padat, sementara pembersihan baru mencakup area terminal kargo dan gang pemukiman warga.
  • Aksi bersih-bersih dijadwalkan berlanjut pasca-Lebaran untuk mencegah penumpukan sampah, mengingat tahun sebelumnya tercatat lebih dari 18 ton sampah terkumpul di jalur yang sama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jembrana , IDN Times - Tim Kelurahan Gilimanuk dan petugas kebersihan bergotong royong melakukan pembersihan di sebagian jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

Hingga Jumat (20/3/2026) malam sebanyak 3,5 ton sampah telah berhasil dikumpulkan dan dievakuasi dari kawasan Terminal Kargo Gilimanuk hingga ke gang permukiman warga Gilimanuk.

1. Fokus pada kantong parkir kendaraan dan gang pemukiman warga

Aksi bersih-bersih di gang pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk , Kabupaten Jembrana, Bali sementara mengumpulkan sebanyak 3,5 ton sampah.(Dok.Istimewa)

Aksi bersih-bersih ini difokuskan pada titik-titik krusial yang menjadi perlintasan para pemudik. Sampah-sampah yang didominasi oleh limbah plastik dan sisa makanan tersebut langsung diangkut menggunakan kendaraan roda tiga dan dikumpulkan. Setelah terkumpul, truk sampah kemudian membawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony, menyampaikan bahwa volume sampah ini diprediksi masih akan terus bertambah. Pasalnya, intensitas kendaraan yang melintas menuju pelabuhan penyeberangan Gilimanuk terpantau sangat signifikan.

"Saat ini kami sudah mengumpulkan sekitar 3,5 ton sampah. Namun, melihat arus kendaraan yang sangat padat kemarin, kemungkinan besar jumlah ini lebih banyak lagi karena belum semua wilayah kita bersihkan," ujar Ida Bagus Tony.

2. Aksi berlanjut pasca-Lebaran

Situasi antrian kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali saat arus mudik.(Dok.Istimewa)

Meskipun pembersihan sudah dilakukan, pihaknya telah menjadwalkan aksi serupa setelah masa libur panjang berakhir. Hal ini dilakukan untuk memastikan sisa-sisa sampah dari arus mudik dan balik tidak menumpuk dan mencemari lingkungan pemukiman. 

Menurutnya, ruas jalan utama di jalur utama Denpasar-Gilimanuk masih belum dibersihkan. Pembersihan baru dilakukan di tempat penampungan kendaraan Terminal Kargo Gilimanuk menuju gang pemukiman warga. 

"Nanti kita lanjutkan pembersihan di terminal kargo secara keseluruhan, terminal manuver hingga di jalan utama," ujarnya.

3. Tahun lalu sampah terkumpul 18 ton

Tumpukan sampah di jalur gang pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk,Kabupaten Jembrana, Bali saat arus mudik H-1 Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026).(Dok.Istimewa)

Ia memperkirakan sampah yang ditinggalkan pemudik di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk bakal lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pasalnya jumlah pemudik dan kendaraan mengalami peningkatan tahun ini.

Di tahun 2025 lalu, tercatat ada 18 ton lebih sampah pemudik yang terkumpul dari sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sampah tersebut menumpuk di terminal kargo, jalur utama jalan Denpasar-Gilimanuk, gang pemukiman warga, hingga terminal manuver Gilimanuk.

Editorial Team