Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Biaya Layanan BPJS Kesehatan di Bali Timur Rp1,2T, Ginjal Dominasi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • BPJS Kesehatan Bali Timur menggelontorkan Rp1,2 triliun untuk layanan kesehatan di empat kabupaten, dengan terapi cuci darah menjadi penyumbang biaya terbesar akibat meningkatnya kasus gagal ginjal.
  • Tingginya pembiayaan penyakit kronis seperti gagal ginjal, jantung, dan pneumonia mendorong pentingnya penerapan pola hidup sehat guna menekan beban layanan kesehatan.
  • Sebanyak 2.963 peserta PBI JK di Klungkung sempat dinonaktifkan akibat pemutakhiran data, namun 1.165 di antaranya telah aktif kembali melalui proses reaktivasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan layanan kesehatan di wilayah Bali Timur mencapai Rp1,2 triliun sepanjang tahun ini. Penyakit ginjal dan terapi hemodialisis menjadi penyumbang biaya terbesar.

24 Maret 2026

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, menyampaikan bahwa pengeluaran besar tersebut belum sebanding dengan pemasukan iuran peserta yang hanya sekitar Rp634 miliar.

pertengahan Maret 2026

Sebanyak 1.165 dari 2.963 peserta PBI JK di Kabupaten Klungkung telah kembali aktif setelah sebelumnya dinonaktifkan akibat pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Kesehatan mencatat lonjakan pembiayaan layanan kesehatan di wilayah Bali Timur hingga mencapai Rp1,2 triliun sepanjang tahun 2025, dengan dominasi biaya untuk terapi cuci darah akibat penyakit ginjal kronis.
  • Who?
    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, bersama peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di empat kabupaten wilayah Bali Timur.
  • Where?
    Pembiayaan dan layanan kesehatan berlangsung di empat kabupaten Bali Timur: Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem.
  • When?
    Laporan disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026, berdasarkan data pembiayaan sepanjang tahun 2025 dan kondisi kepesertaan hingga pertengahan Maret 2026.
  • Why?
    Peningkatan biaya terjadi karena tingginya kebutuhan terapi rutin bagi pasien gagal ginjal serta meningkatnya kasus penyakit kronis seperti jantung dan pneumonia di wilayah tersebut.
  • How?
    Pembiayaan dilakukan melalui skema jaminan sosial BPJS Kesehatan berbasis gotong royong; sebagian peserta yang sempat nonaktif telah direaktivasi untuk memastikan akses layanan tetap berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Bali Timur sakit ginjal dan butuh cuci darah. BPJS Kesehatan pakai uang sangat banyak, sampai Rp1,2 triliun, buat bantu orang di Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem. Tapi uang yang masuk lebih sedikit. Ada juga orang yang kartunya sempat mati tapi sekarang sudah aktif lagi. Mereka disuruh hidup sehat biar tidak gampang sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pembiayaan layanan kesehatan di Bali Timur mencapai Rp1,2 triliun, hal ini menunjukkan komitmen kuat BPJS Kesehatan dalam menjamin akses pengobatan bagi masyarakat di empat kabupaten. Sikap lembaga yang menegaskan orientasi gotong royong, disertai keberhasilan reaktivasi ribuan peserta PBI JK, mencerminkan upaya nyata menjaga keberlanjutan jaminan sosial kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times BaliBPJS Kesehatan mencatat lonjakan pembiayaan layanan kesehatan di wilayah Bali Timur sepanjang 2025.

Total dana yang digelontorkan mencapai Rp1,2 triliun untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat di empat kabupaten, yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, menyebut angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan, terutama untuk penyakit kronis.

Dari berbagai jenis layanan, terapi cuci darah (hemodialisis) menjadi penyumbang pembiayaan paling besar.

“Dalam setahun, biaya yang kami keluarkan memang sangat besar, mencapai 1,2 triliun. Ini untuk menjamin layanan kesehatan peserta di empat kabupaten,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Namun, besarnya pengeluaran tersebut belum sebanding dengan pemasukan iuran peserta yang hanya sekitar Rp634 miliar.

Meski demikian, BPJS Kesehatan menegaskan skema ini bukan berorientasi bisnis, melainkan sistem jaminan sosial berbasis gotong royong.

1. Penyakit gagal ginjal pada usia kronis menjadi tantangan BPJS Kesehatan

Ilustrasi cuci darah. (freepik.com/Macrovector)

Menurut Catur, tingginya biaya hemodialisis dipengaruhi oleh kebutuhan terapi rutin yang harus dijalani pasien gagal ginjal seumur hidup.

Dalam sepekan, pasien umumnya menjalani dua kali cuci darah, dengan biaya sekitar Rp800 ribu per tindakan.

Fenomena meningkatnya kasus gagal ginjal, termasuk pada usia produktif, turut menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pembiayaan, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas pasien.

2. Pentingnya pola hidup sehat untuk cegah penyakit kronis

ilustrasi ginjal manusia. (unsplash.com/julien Tromeur)

Selain cuci darah, penyakit jantung dan pneumonia juga masuk dalam kategori layanan dengan pembiayaan tinggi sepanjang tahun lalu.

Catur menikai, pola hidup sehat untuk pencegahan penyakit kronis sangat penting untuk dijadikan kebiasaan.

“Upaya pencegahan sangat penting. Karena kalau angka gagal ginjal atau penyakit kronis lainnya bisa ditekan, tentu beban pembiayaan juga bisa berkurang,” jelasnya.

3. Ribuan peserta sempat nonaktif, sebagian sudah direaktivasi

Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Rahmat Arief)

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk rutin mengecek status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini menyusul adanya pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial yang berdampak pada penonaktifan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Di Kabupaten Klungkung, tercatat sebanyak 2.963 peserta PBI JK sempat dinonaktifkan. Namun, hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 1.165 peserta di antaranya telah kembali aktif melalui proses reaktivasi maupun pengalihan segmen kepesertaan.

BPJS Kesehatan pun mendorong masyarakat agar aktif memastikan status kepesertaannya tetap aktif, demi kelancaran akses layanan kesehatan saat dibutuhkan.

Editorial Team