Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusun untuk Seniman Bali Mulai Dibangun di Sesetan
Pembangunan rusun Seniman di Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)
  • Pemerintah Pusat bersama Pemprov Bali membangun rusun senilai Rp48 miliar di Sesetan khusus bagi seniman berpenghasilan rendah sebagai bentuk dukungan terhadap sektor seni dan budaya Bali.
  • Rusun Arunika tipe 36 setinggi empat lantai akan berdiri di lahan 3.328 meter persegi dengan total 60 unit, termasuk dua unit untuk penyandang disabilitas, mulai dibangun Juni 2026 hingga Maret 2027.
  • Gubernur Wayan Koster sempat mengira proyek rusun berada di Klungkung, namun dikonfirmasi berlokasi di Sesetan dan diperuntukkan bagi seniman, dosen ISI Denpasar, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah akan membangun rumah susun senilai Rp48 miliar di Sesetan, Denpasar, yang diperuntukkan bagi seniman dan masyarakat berpenghasilan rendah sebagai solusi keterbatasan lahan hunian di perkotaan.
  • Who?
    Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Provinsi Bali, dengan pernyataan langsung dari Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Bali Wayan Koster.
  • Where?
    Pembangunan dilakukan di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 3.328 meter persegi.
  • When?
    Peninjauan lokasi berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026. Pembangunan dijadwalkan dimulai Juni 2026 dan ditargetkan selesai Maret 2027 menggunakan skema kontrak tahun jamak.
  • Why?
    Pembangunan rusun dilakukan untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi seniman serta masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Denpasar.
  • How?
    Proyek dilaksanakan melalui kerja sama pemerintah pusat dan daerah dengan sistem sewa murah. Rusun Arunika tipe 36 setinggi empat lantai
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan membangun proyek rumah susun senilai Rp48 miliar di Sesetan yang dikhususkan untuk seniman berpenghasilan rendah pada Juni 2026 mendatang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan pembangunan rusun subsidi menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan hunian di kota-kota besar yang memiliki keterbatasan lahan. Bali termasuk satu dari 9 proyek rumah susun yang sedang dikebut Pemerintah Pusat.

"Kan seniman Bali itu menurut saya sangat berjasa untuk pariwisata, untuk ekonomi Bali dan juga Indonesia. Belum pernah ada rusun untuk seniman," ungkapnya, pada Senin (16/3/2026).

1. Dibangun Pemerintah Pusat dan dihibahkan ke pemerintah daerah

Menteri PKP, Maruarar Sirait, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Maruarar Sirait, pembangunan rumah susun (rusun) ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Denpasar. Pihaknya menyadari penuh bahwa sektor seni dan budaya Bali memiliki kontribusi besar bagi perekonomian daerah maupun nasional, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata. Sehingga sudah selayaknya seniman di Bali mendapatkan fasilitas rusun dengan sewa yang lebih murah.

"Nanti milik pemda (dihibahkan). Bentuknya disewakan," terangnya.

2. Rusun akan dikebut mulai Juni 2026 mendatang

Pembangunan rusun Seniman di Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)

Peninjauan lokasi dilakukan pada Senin (16/3/2026) siang. Lokasinya terletak di lahan seluas 3.328 meter persegi dan ukuran sekitar 26x128m (meter) di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Lahan tersebut merupakan aset Pemprov Bali yang diusulkan untuk pembangunan rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada lokasi tersebut direncanakan akan dibangun 1 tower Rusun Arunika tipe 36 dengan ketinggian maksimal 4 lantai. Rusun ini akan menyediakan 60 unit hunian, yang terdiri dari 2 unit untuk penyandang disabilitas dan 58 unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pembangunan rusun ini rencananya akan menggunakan skema kontrak Multi Years Contract (MYC) dengan target pelaksanaan pada Juni 2026 hingga Maret 2027.

“Di kota-kota seperti Denpasar, ketersediaan lahan menjadi tantangan. Karena itu, pembangunan hunian vertikal seperti rusun menjadi solusi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” ujarnya.

3. Koster sempat menginginkan rusun berada satu lokasi dengan Pusat Kebudayaan Bali

Suasana di Museum ARMA. (Instagram.com/arma.bali)

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengaku kaget dengan rencana tersebut. Bahkan awalnya ia salah sangka jika proyek rusun ini akan disandingkan dengan Pusat Kebudayaan Bali di Kabuaten Klungkung, namun kemudian ia klarifikasi berlokasinya di Sesetan. Rusun ini nantinya akan diperuntukkan untuk seniman, dosen ISI Denpasar dan masyarakat.

"Ya udah di sini aja kalau begitu (di Sesetan)" terangnya.

Editorial Team