Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot_20260216_073424_WhatsApp.jpg
Rumah roboh di Karangasem. (Dok. IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • Kedua korban mengalami luka-luka saat rumah roboh

  • Bangunan tidak bisa dihuni setelah roboh

  • BPBD Karangasem menyebut curah hujan intensitas tinggi masih berpotensi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Dua warga di Kota Amlapura, Tomi Agus Pratama dan istrinya, Novita Nurpayanti, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem, Senin (16/2/2025) dini hari. Mereka tertimpa bangunan rumahnya di Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan yang tiba-tiba roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan musibah tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 Wita, Minggu (15/2/2026).

Rumah yang berlokasi di Gang Dahlia 3A, tepatnya belakang KFC Sudirman Karangasem itu, dihuni oleh Tomi Agus Pratama dan istrinya. Saat kejadian, mereka berada di dalam rumah dan sempat tertimbun reruntuhan bangunan.

"Robohnya bangunan dipicu tanah yang amblas, setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi," ujar Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin (16/2/2026).

1. Kedua korban mengalami luka-luka

Korban rumah roboh di Karangasem. (Dok. IDN Times/istimewa)

Saat rumah itu roboh, warga sekitar dengan cepat memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban. Sehingga kedua korban berhasil diselamatkan. Tomi mengalami luka di bagian kepala serta lecet di punggung, tangan, bahu, dan kedua kakinya. Sementara sang istri mengalami luka lecet di bagian punggung.

“Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Karangasem menggunakan ambulans,” ujar Arimbawa.

2. Bangunan roboh tidak bisa dihuni

Rumah roboh di Karangasem. (Dok. IDN Times/istimewa)

Empat personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung, pada dini hari langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment awal yang dimulai pukul 00.10 Wita hingga 01.30 Wita.

Penanganan di lokasi turut melibatkan personel Damkar, aparat kepolisian dari Polres Karangasem dan polsek, ambulans RSUD Karangasem, serta warga setempat.

"Akibat kejadian itu, bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah dan untuk sementara tidak dapat dihuni," jelas Arimbawa.

3. BPBD Karangasem sebut curah hujan intensitas tinggi masih berpotensi

Rumah roboh di Karangasem. (Dok. IDN Times/istimewa)

BPBD Kabupaten Karangasem mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan seperti lereng dan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Kami minta warga tetap waspada terhadap potensi tanah longsor maupun tanah amblas,” tegasnya.

Editorial Team