Denpasar, IDN Times - Potensi sumber daya kelapa sawit di Indonesia turut mendukung target swasembada pangan dan energi. Satu syaratnya adalah praktik pertanian berkelanjutan dengan beragam cara yang bisa diterapkan. Tentunya diperlukan edukasi yang terus menerus agar bisa mewujudkan hal tersebut.
Prof Dr Ir Damayanti Buchori dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, kunci tranformasi ke pertanian berkelanjutan adalah tentang edukasi. Tujuan edukasi itu sendiri adalah bisa mewujudkan pertanian sawit yang berkelanjutan dan positif bagi lingkungan di sekitarnya.
“Edukasi ini sendiri adalah merawat sawit untuk mendapatkan pendapatan, kehidupan bermakna, dan memuliakan kehidupan. Biasanya, saat kita belajar di kampus kemudian hanya berhenti sampai titik untuk pekerjaan mendapat pendapatan. Namun, bagaimana kita bisa bergeser dari bekerja lalu memuliakan kehidupan yang bermakna dengan menjaga alam di sekitar kita,” tuturnya saat menjadi moderator sesi edukasi di ICOPE 2025, Rabu (12/2/2025) lalu.
Ada banyak edukasi yang bisa dilakukan guna mendukung sawit berkelanjutan. Beberapa di antaranya seperti penelitian, sosialisasi, workshop, pelatihan, hingga kunjungan ke lapangan. Tema edukasi ini pun dibagikan dalam International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) 2025 yang berlangsung di Bali hingga tanggal 14 Februari 2025, dengan harapan bisa terus diterapkan.
